Neraca selalu defisit, pengusaha Jatim siap pacu perdagangan dengan Rusia.

Minggu, 04 November 2018 | 07:26 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pengusaha Jawa Timur yang tergabung dalam Kamar Dagang dan industri (Kadin) Jawa Timur berkomitmen untuk meningkatkan kinerja perdagangan dengan Rusia. Komitmen tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Kadin Jatim, La Nyalla Mahmud Mattalitti saat menerima kunjungan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI di Moskow M Wahid Supriyadi di Grha Kadin Jatim, Surabaya, Jumat (2/11/2018).

La Nyalla mengatakan bahwa sudah saatnya pengusaha melirik pasar non tradisional untuk meningkatkan kinerja ekspor Jatim. Apalagi Rusia termasuk pasar yang cukup potensial, tetapi selama ini belum tergarap maksimal. 

“Kami ucapkan terimakasih kepada Bapak M. Wahid Supriyadi atas kunjungannya ke KadinJawa Timur dan kami menyambut baik upaya-upaya Duta Besar untuk membantu mengembangkan dan meningkatkan hubungan dagang dan investasi antara Jawa Timur dengan Rusia,” ujar La Nyalla.

Apalagi sejak tahun 2014, neraca perdagangan Jatim dengan Rusia selalu defisit setiap tahunnya. Defisit terbesar tahun 2017 lalu sebesar US$ 311,61 juta.

“Kami memahami pentingnya upaya-upaya Bapak Duta Besar untuk mengajak Pengusaha Jawa Timur lebih aktif melakukan penetrasi perdagangan dan kerjasama industri serta investasi dengan Pengusaha Rusia, melalui event promosi Festival Indonesia ke 3 pada bulan Agustus 2018 yang lalu,” tambahnya.

Dan untuk merealisasikannya, pengusaha Jawa Timur memerlukan bantuan dan fasilitasi Duta Besar untuk lebih memahami pasar Rusia dan informasi peluang-peluang Kerjasama dengan pengusaha Rusia. 

Sementara itu, M Wahid Supriyadi menyatakan kesiapannya untuk membantu pengusaha Jatim dalam memetakan pasar Rusia serta mempromosikan produk mereka. Salah satunya dengan mengajak pengusaha Jatim untul ikut Festival Indonesia yang swcara periodik digelar oleh KBRI Moskow.

 “KBRI Moskow telah sukses menyelenggarakan Festival Indonesia (FI) ke-3 pada tanggal 3-5 Agustus 2018 di Krasnaya Presnya Park dengan dihadiri lebih dari 135.000 orang atau meningkat 43 persen dari tahun sebelumnya sebesar 91.600 pengunjung. Sementara itu Russia-lndonesia Business Forum yang diselenggarakan tanggal 2 Agustus 2018 juga telah berhasil mempertemukan tidak kurang dari 700 pelaku usaha dari Rusia dan Indonesia dengan menghasilkan transaksi US$ 2,23 juta,” terangnya.

“Rusia merupakan pasar potensial 147 juta konsumen dengan pertumbuhan angka kalangan menengah dan purchasing poweryang cukup tinggi. Rusia merupakan pintu gerbang menuju pasar Eurasian Economic Community, pasar potensial 5 negara CIS dengan total populasi sebesar 214 juta,” ujar M Wahid.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh  Federal Custom Service Rusia, total perdagangan antara Indonesia dan Rusia pada tahun 2017 sebesar US$ 3,27 miliar atau meningkat 25,2 persen dari tahun 2016, dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD 1,69 miliar. 

Di bidang pariwisata, jumlah wisatawan Rusia yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2017 mencapai 110.529 orang atau naik 37,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 dan menempati urutan pertama dalam hal persentase kenaikan jumlah wisatawan asing ke Indonesia.(*)

Bagikan artikel ini: