Hingga kuartal III, penjualan MD Pictures tumbuh 67% jadi Rp232,8 miliar

Kamis, 08 November 2018 | 08:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT MD Pictures Tbk (FILM) membukukan penjualan Rp 232,8 miliar hingga kuartal III 2018. Adapun penjualan tersebut meningkat sebesar 67 persen dari kuartal III 2017.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti ditulis Rabu (7/11/2018), dari penjualan sebesar itu, FILM meraih laba usaha Rp 122,2 miliar dan laba bersih Rp 96,7 miliar. Raihan itu tumbuh masing-masing 48 persen dan 30 persen dari tahun sebelumnya. 

"Kami telah mencapai prestasi ini berkat keahlian dan pengalaman kami di industri perfilman dan dengan mengaplikasikan strategi yang tepat,“ ucap Direktur Utama PT MD Pictures Tbk Manoj Punjabi di Jakarta.

Saham FILM dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Agustus 2018. Emiten dengan aset Rp1,4 triliun per September 2018 itu merupakan emiten industri film pertama BEI. 

Manoj mengungkapkan, Perseroan menargetkan penjualan Rp 200 miliar pada tahun ini. "Sejauh ini on track dalam memenuhi apa yang telah kami janjikan kepada para pemangku kepentingan," kata dia. 

Dari sisi operasional, menurut Manoj, perseroan termasuk salah satu yang paling efisien. Hal ini disebabkan Perseroan menerapkan conveyer belt model yang memungkinkan skala dan jumlah produksi film yang tinggi serta replikasi yang mudah. 

Melalui anak perusahaan PT Studio Tujuh, PT MD Pictures Tbk memiliki studio yang memungkinkan pembuatan film menjadi efisien dengan kualitas lebih baik. Saat ini studio tersebut memiliki luas lahan sekitar 2,4 hektar di Jakarta. 

"Kami juga didukung oleh manajemen talenta yang sangat bagus dan strategi pemasaran yang kuat," tambah Manoj. 

Untuk meningkatkan kinerja usaha serta menyerap peluang bisnis yang terus berkembang, FILM telah membentuk anak usaha PT Paw Pic Studio Indonesia dengan nilai investasi Rp 10 miliar. Lewat anak usaha yang 60 persen sahamnya dimiliki oleh FILM.

"Kami memiliki peluang lebih besar untuk memproduksi, menerbitkan dan mengedarkan film dan video lebih banyak dan berkualitas yang pada gilirannya akan berdampak pada membesarnya market share, yang pada tahun lalu telah mencapai sekitar 24 persen," ujar dia. kbc10

Bagikan artikel ini: