Motivasi pekerja, TPS beri apresiasi tenaga operator bongkar muat

Kamis, 08 November 2018 | 14:42 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Manajemen TPS kembali membuktikan komitmennya dalam memberikan apresiasi kepada para operator alat bongkar muat petikemas, baik Container Crane (CC) maupun Rubber Tyred Gantry (RTG) yang telah berkontribusi dalam peningkatan produktivitas TPS dengan tetap mengutamakan safety. 

Jajaran Direksi yang diwakili oleh Operations Director, Rodrigo Shancez dan Vice President Director, Kenneth Law, memberikan secara langsung penghargaan The Best Operator tersebut yang berhasil mencetak prestasinya dalam menghasilkan produktivitas kerja dengan Net Move Per Hour (NMPH) rata-rata di atas 32 box/hour untuk CC, sedangkan untuk RTG berdasarkan produktivitas berbasis point yang meliputi moves, kegiatan di blok export dan ketepatan stacking.

 “Selamat dan sukses untuk kalian semua yang ada di sini, kami sangat bangga dan sangat mengapresiasi kinerja kalian, tetap tingkatkan semangat kerja anda”, ungkap Rodrigo, Surabaya, Kamos (8/11/2018).

Rodrigo juga menyampaikan bahwa komponen penilaiannya berdasarkan kinerja dari sisi efektivitas dan kecepatan gerakan pemindahan per box-nya (NMPH), tingkat disiplin kehadiran, dan penilaian yang paling utama adalah segi Keselamatan kerja (safety) yang harus benar-benar diperhatikan.

Safety dimana tidak ada catatan kecelakaan kerja selama dia mengoperasikan alat, disiplin kehadiran dimana tingkat kehadiran kerja mereka tidak ada mangkir ataupun terlambat datang maupun pulang cepat tanpa ijin.

Rodrigo juga meminta kepada para operator, yang mana mereka bekerja di atas ketinggian untuk tetap memperhatikan safety, lakukan koordinasi sebaik mungkin dengan rekan kerja yang ada di bawah, perhatikan jangan sampai ada orang yang berdiri di bawah lintasan spreader alat bongkar muat, perhatikan pada saat melakukan buka tutup palka, pastikan semua kegiatan berjalan dengan aman.

“Saya ingin anda yang berada di sini, yang terpilih sebagai best operator dapat menularkan semangat kerja dan prestasi kalian kepada rekan kerja lainnya, bersainglah sehat demi peningkatan produktivitas di TPS,” ungkap Rodrigo.

Para Best Operator tersebut dipilih yang terbaik dari total 70 CC operator dan 133 RTG operator di TPS  yang semuanya terbagi menjadi 4 (empat) grup yakni grup A,B,C dan D. Dimana setiap bulannya akan ditentukan untuk best operator dari setiap grup sesuai dengan 3 komponen penilaian yakni produktivitas, safety dan presensi. 

Untuk periode bulan September 2018 yang terpilih sebagai the best CC operator yakni Iwan Paryono dari grup A dengan NMPH 33,48 box/hour, Zaifudin Zuhri dari grup B dengan NMPH 34,14 box/hour, Sofyan Efendi dari grup C dengan NMPH 35,91 box/hour (pencetak rekor tertinggi untuk periode ini) dan Abdulloh dari grup D dengan NMPH 33,81 box/hour.

Sedangkan periode bulan September 2018 yang terpilih sebagai the best RTG operator yakni Sukirno dari grup A dengan total 370 point, Perdana Yugus Yanuari dari grup B dengan total 420 point, Hendrik Widyanto dari grup C dengan total 440 point (pencetak rekor tertinggi untuk periode ini) dan Moch. Yusnuar Dhana dari grup D dengan total 420 point. Dimana semua para best operator untuk periode bulan September 2018 tersebut tercatat zero accident dan sesuai dengan tingkat disiplin yang telah ditentukan.

Pemberian apresiasi ini merupakan sebuah wujud kepedulian Manajemen terhadap kinerja para pegawainya, harapannya dapat lebih memotivasi para pegawai untuk dapat berprestasi dan semangat dalam meningkatkan kinerjanya. 

Adapun Arus petikemas TPS sampai dengan Oktober 2018 tercatat 1.199.149 teus meningkat 4,7 persen dibanding tahun 2017 pada periode yang sama sebesar 1.145.789 teus. Pencapaian tersebut didapat dari kontribusi petikemas internasional sampai dengan Oktober 2018 yang tercatat sebesar 1.108.737 teus meningkat 3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dan petikemas domestik yang tercatat sebesar 90.412 teus naik 30 persen dibanding tahun sebelumnya.kbc6

Bagikan artikel ini: