Tarik minat investasi, pemerintah siapkan insentif tambahan

Kamis, 08 November 2018 | 22:37 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah tengah menyiapkan insentif tambahan guna menarik investasi. Saat ini Kementerian Koordinator bidang Perekonomian bersama kementerian terkait sedang menyiapkan insentif berupa pengurangan Daftar Negatif Investasi (DNI) serta pengurangan pajak.

"Besok kita finalisasi mudah-mudahan besok selesai dengan seluruh menteri terkait, menteri teknisnya," kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono di kantornya,  Kamis (8/11/2018).

Revisi terhadap DNI diharapkan bisa menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di beberapa sektor di Indonesia. Revisi DNI akan disinkronisasi dengan kebijakan insentif pajak berupa super tax deduction, yang juga diharapkan bisa menarik minat investasi.

"Baik DNI, maupun faisilitas  perpajakannya, Super tax deduction-nya, perluasan bidang usahanya. Prosesnya sudah panjang, mudah-mudahan besok kita finalisasi dengan semua menteri terkait. Mudah-mudahan kalau sudah selesai akan kita rilis," jelas dia.

Dirinya menambahkan, usai rapat di tingkat menteri maka kebijiakan tersebut akan dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo. Diharapkan awal pekan depan, paket kebijakan atau kebijakan masing-masing sudah bisa diluncurkan sehingga bisa akhirnya bisa membantu perekonomian.

Meski melakukan revisi terhadap DNI, pemerintah akan tetap melindungi industri dalam negeri dari seruan asing. Oleh karena itu, Susiwijono menyebut, akan ada persyaratan seperti kepemilikan dari penanaman modal asing (PMA) yang tetap diawasi.

"Kalau diperluas usaha, kan dikurangi DNI, dari sekian tinggal sekian. Dengan beberapa persyaratan termasuk kepemilikan PMA, itu kita bahas bersama. Kita butuh Investasi asing tapi kita harus melindungi dalam negeri, kita harus balance di sana," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: