Festival Tanjung Kelayang, padukan budaya dan sport tourism

Selasa, 13 November 2018 | 07:09 WIB ET

BABEL – Perhelatan akbar Festival Tanjung Kelayang (FTK) 2018, siap mewarnai Bangka Belitung. Budaya dan sport menjadi sajian utamanya. Sesuai dengan namanya, kegiatan dipusatkan di Pantai Wisata Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung. FTK akan digelar 15-19 November.

FTK 2018 merupakan kegiatan yang memadukan pertunjukan budaya dan sport tourism. Event ini benar-benar dipenuhi dengan beragam kegiatan. Antara lain Parade Pelangi Budaya, Fashion Show Batik Daerah, Fun Run On The Beach, Bersih Pantai, Lomba Lari 10K, Lomba Vlog Pariwisata, dan Lomba Lukis.

Selain itu, ada juga Pagelaran Kesenian, Lomba Layang-Layang, Seminar Geopark, Kolaborasi Musik Tradisional & Modern, Pesta Kembang Api & Lampion, Festival Kuliner, Pameran Produk KUKM, Workshop dan Seminar Kebaharian, serta Festival Obor.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, launching FTK 2018 sudah dilakukan Senin (5/11) lalu, di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata. Menurutnya, FTK adalah upaya untuk memperkuat unsur 3A. Yaitu Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas.

“Dalam hal ini, khususnya unsur atraksi budaya (culture), alam (nature), dan buatan manusia (manmade). Semua menjadi bagian penting dalam mengembangkan destinasi Tanjung Kelayang,” ujarnya.

Disamping itu, kata Arief, FTK juga menjadi ajang untuk mempromosikan Belitung yang memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang. Daerah ini akan dikembangkan menjadi destinasi kelas dunia.

Diapit oleh Gaspar dan Selat Karimata, Belitung merupakan sebuah pulau indah dengan pemandangan luar biasa. Pantai Tanjung Kelayang sendiri adalah jantung kemegahan Belitung. Tak heran, Tanjung Kelayang menjadi satu di antara 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) yang dikembangkan sebagai ‘Bali Baru’.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Multikultural Kemenpar yang juga Ketua Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty, optimis kunjungan wisatawan ke Belitung akan meningkat. Tahun 2017 lalu, tercatat sebanyak 379.274 wisatawan datang ke daerah ini. Terdiri dari 9.358 wisman dan 369.916 wisnus.

Dari catatan Esthy, wisman terbanyak yang berkunjung ke Belitung berasal dari Korea, China, Malaysia, Singapura, dan Jepang. Sisanya dari Australia, India, USA, Jerman, dan Inggris.

“Pencapaian itu akan terus kita tingkatkan dengan memperhatikan berbagai sektor pendukung, termasuk aksesibilitas. Harus ada peningkatan konektivitas penerbangan langsung dari negara-negara sumber wisman ke Belitung,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Kemenpar bersama Kemenhub juga tengah mengupayakan Bandara H.A.S Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, Belitung, menjadi bandara internasional. Konektivitas penerbangan langsung ini akan mempercepat terwujudnya Tanjung Kelayang menjadi destinasi kelas dunia.

“Garuda Indonesia telah terbang secara reguler 4 kali seminggu dari Singapura-Tanjung Pandan, Belitung. Ini semakin melengkapi aksesibititas, dimana sebelumnya Bandara H.A.S Hanandjoeddin hanya didarati oleh pesawat charter flight dari Malaysia dan Singapura,” bebernya. (*)

Bagikan artikel ini: