Disambangi pelaku wisata Filipina, GWK siap sambut turis ke Bali

Rabu, 14 November 2018 | 07:42 WIB ET

DENPASAR - Familirazation Trip (Famtrip) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memantik semangat bagi industri pariwisata di Indonesia. Terutama di Bali, dengan adanya landmark Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang baru  diresmikan Presiden Joko Widodo, pada 22 Semptember 2018 silam, patung tertinggi ke tiga di dunia itu menjadi destinasi utama wisatawan mengunjungi pulau dewata.

Hal itu juga yang dilakukan peserta Familiarization Trip (FamTrip) Ta/To asal Filipina. Setelah usai mengeksplore Lombok, Nusa Tenggara Barat. Para peserta tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Senin (12/11) langsung diajak menuju GWK.

Pihak Kementerian Pariwisata bukan tanpa alasan mengarahakn peserta Famtrip Filipina yang bekerjasama dengan KBRI Manila langsung menuju GWK. Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Ricky Fauzi mengatakan FamTrip ini sebagai salah satu langkah Kemenpar untuk mendatangkan wisatawan asal Filipina. Dan Great Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia tak pernah habis dalam menciptakan atraksi baru. 

“Atraksi terbaru yang segera terwujud adalah Patung Garuda Wisnus Kencana (GWK). Pembangunan GWK setinggi 120 meter, melebihi patung Liberty di  Kota New York  AS  yang hanya setinggi 93 meter, itu akan menjadi ikon baru dunia,” ujar Ricky Fauzi di Jakarta, Selasa (13/11).

Saat ini, lanjut Ricky, GWK menjadi salah satu destinasi favourit wisatawan karena lokasi dekat dengan obyek wisata pantai terkenal seperti Dreamland, Pandawa, Balangan, Padang-padang, Suluban. Serta Uluwatu dan pantai Jimbaran terkenal dengan kuliner seafood-nya  yang semunya di kawasan Bali Selatan dan hanya sekitar 20 menit dari Bandara Ngurai Rai  atau 15 menit dari kawasan Pantai Kuta.  

Wisatawan yang berkunjung ke GWK dapat menyaksikan berbagai pementasan seni tari Bali dan aneka hiburan yang dimulai pagi hari  pada pukul 10.00  hingga malam pukul 19.15, sementara  jam bukanya sendiri  pukul 10.00 – 22.00 wita. Saat ini GWK memiliki fasilitas berupa restaurant (Jendela Bali dan The Berandas);  Amphitheatre, Street Theatre, Wisnu Plaza, Exhibition Hall, Lotus Pond,  Indraloka Garden, serta jumlah  butik dan toko souvenier.

Ricky juga menyebut famtrip kali ini akan diset untuk menciptakan pemberitaan perjalanan wisata. Semua akan digiring untuk mendapatkan angle-angle menarik yang bisa menggoda pasar India untuk berwisata ke Indonesia.

Mereka akan diajak untuk mengeksplor Pura Tirta Gangga di Karangasem. Mereka juga akan diajak melihat indahnya sunset di Tanah Lot serta Uluwatu. Tidak lupa merasakan halusnya pasir putih di Pantai Kuta dan Jimbaran. Serta merasakan spa dan massage khas Balinese.

"Kami akan ajak ke destinasi yang fenomenal serta menarik. Kami juga akan mengajak mereka merasakan kuliner Indonesia. Ketika sudah merasakan, mereka bisa menceritakan dan membuat paket menarik bagi wisatawan Filipina yang ke Indonesia,” ujarnya.

Menpar Arief Yahya mengharapkan tiket biaya masuk ke GWK diturunkan agar jumlah wisatawan yang datang semakin banyak. “Entry fee yang lebih rendah jauh lebih baik. Orang itu lebih besar spendingnya daripada entry fee-nya,”  kata Menpar Arief Yahya.

Ini sudah dibuktikan Menpar Arief Yahya saat melakukan regulasi terkait bebas visa kunjungan ke Indonesia. Walaupun pendapatan negara dari sisi penerimaan visa berkurang, tapi spending wisman jadi makin besar. Hal ini bisa dilihat dari melesatnya pariwisata sebagai sektor penyumbang devisa nomor dua di Indonesia. kbc2

Bagikan artikel ini: