PP Properti kembangkan superblok pertama di kawasan Suramadu, Grand Sagara

Kamis, 15 November 2018 | 01:08 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sejak jembatan nasional Suramadu diresmikan, hingga kini belum ada pengembangan di kawasan tersebut yang signifikan. Kawasan Suramadu yang semestinya dapat menjadi sasaran investor, seolah tak muncul kepermukaan.

Namun kini Pemerintah Kota Surabaya telah serius mengembangan waterfornt city di Surabaya. Hal ini terlihat dari pembangunan Kenjeran yang semakin tertata, dengan berdiri Jembatan Suroboyo dan Kawasan Sentra ikan bulak. beberapa rencana pemerintah kota untuk membangun jalan baru yakni outer east ring road (OERR) yang melintas sisi Utara hingga timur, velodrome dan lapangan tembak. 

Pemerintah kota Surabaya juga akan mengembangkan wisata di Suramadu, mulai kereta gantung, hingga pengeembangan kawasan wisata kuliner. Hal ini diyakini akan kian menyemarakkan kawasan Jembatan Suramadu dan sekitarnya.

Melihat besarnya potensi di kawasan Suramadi tersebut, PT PP Properti Tbk bakal mengembangkan waterfront city pertamanya di tanah seluas 5.6 hektare yang berada tepat di sisi timur dan barat Jembatan Suramadu. Proyek yang di beri nama Grand Sagara ini diyakini akan menjadi sebuah ikon baru di kota Surabaya. 

Dan sebagai tahapan peluncuran dan penjualan superblok tersebut, anak usaha BUMN konstruksi PT PP Tbk (Persero) tersebut melakukan Product Knowledge (PK) satu tower apartemen di proyek Grand Sagara, Tambak Wedi, Kenjeran, Surabaya, Rabu (14/11/2018).

Dalam PK tersebut, 80 persen dari sekitar 1.040 unit hunian dari tower bernama Adriatik itu sudah mulai dikenalkan untuk dijual dengan sistim NUP (Nomor Urut Pemesanan).

"Hari ini kami kenalkan produk ke para broker, dan di bulan Desember nanti targetnya bisa dilakukan pemilihan unit sekaligus melakukan ground breaking," jelas Satrio Sujatmiko, Project Director PT PP Properti Suramadu di sela kegiatan PK di Dyandra Convention Surabaya, Rabu (14/11/2018).

Direktur Utama PT PP Properti Suramadu, Rudi Harsono mengatakan, kegiatan PK ini merupakan tindak lanjut dari rencana pengembangan kawasan yang sudah disiapkan sejak awal tahun 2018.

"Kami sudah melakukan kerjasama dengan Pemkot Surabaya untuk mengembangkan infrastruktur dan fasilitas di pesisir itu, kemudian kami mengembangkan kawasan baru yang lebih sinergi melalui proyek Mixed Used Grand Sagara ini," kata Rudi.

Dalam kegiatan PK tersebut, unit apartemen yang ditawarkan mulai dari ukuran terkecil hingga menengah. Untuk ukuran terkecil, type studio di 22 meter persegi. Harga awal yang disampaikan mulai dari Rp 350 jutaan. Sementara itu untuk penjualannya yang dilakukan dengan NUP, ditargetkan saat pemilihan unit di bulan Desember 2018 mendatang, bisa langsung sold out.

"Ini merupakan harga perdana. Tapi satu dua bulan bisa naik lagi, mengingat permintaan pasar, dan peningkatan investasi mengingat adanya jembatan Suramadu yang saat ini sudah gratis," jelas Rudi.

Direktur Realty PPRO Galih Saksono menambahkan, apartemen atau komplek mixed used di kawasan Surabaya Utara saat ini masih belum ada yang berdiri dan operasional. Selama ini, pasar properti gedung bertingkat di kota Surabaya masih berada di kawasan barat, timur dan tengah.

"Potensi pengembangan di wilayah Surabaya utara ini, merupakan tantangan bagi kami. Di kawasan ini, bisnis dan industri berjalan. Pemukiman juga besar. Grand Sagara bisa menjadi pilihan baru untuk hunian vertikal dan tempat berbisnis baru, gaya hidup dan lainnya," jelas Galih.

Apalagi di proyek ini, hunian apartemen sebanyak 12 tower, akan berdampingan dengan mal lifestyle, hotel, office, komersial area dan lain-lainnya, dengan konsep khas pesisir.

Saat ini progres pembangunannya sudah dalam tahap penataan lahan. Bila grounbreaking sudah dimulai Desember 2018, diperkirakan akan mulai serah terima di tahun keempat atau akhir 2022.

Galih maupun Rudi optimis proyek tower apartemen pertama Grand Sagara dengan nilai proyek antara Rp 400 miliar hingga Rp 600 miliar itu akan mendapat respon positif konsumen dan sesuai target.

"Pasar properti di Surabaya selalu bertumbuh meski ada keluhan. Hal ini tak lepas dari kebutuhan hunian yang selalu meningkat. Bahkan kami mencatat pertumbuhan pasar properti di Surabaya per tahun mencapai 15 sampai 20 persen," tambah Rudi.

Grand Sagara mengusung konsep It's a Journey From the mountain to the Sea, Grand Sagara menyuguhkan sebuah kawasan Residential, Area retail, Convention hall, Hotel, dan pusat perkantoran yang terintegrasi dengan hamparan hutan mangrove dan laut, sehingga terkesan menyatu dengan alam.

Grand Sagara akan memiliki 12 fasilitas di antaranya, Infinity Lap Pool, Spalsh Pool, Play Ground, logging Track, Relaxing Pod, Sunset BBQ PIT, Sunrise Park, Gym Area, Yoga Corner, Ocean View Caffe, Rainforest Walk, & functiar. Room. kbc7

Bagikan artikel ini: