Tak melulu inovasi, startup juga harus tahu produk yang dibutuhkan konsumen

Sabtu, 17 November 2018 | 06:49 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pelaku usaha rintisann alias startup diimbau tidak terpaku pada inovasi saja melainkan juga harus memahami produk apa yang sedang dibutuhkan masyarakat.

Ketua Startup Nova Liverpool, Professor Paul Morrissey mengatakan, memahami produk yang sedang dibutuhkan penting agar yang dihasilkan laku di pasaran.

"Harus jeli melihat apa yang sedang dibutuhkan masyarakat," katanya dalam Startup Nation Summit 2018 di Surabaya, Jumat (16/11/2018).

Startup Nation Summit 2018 merupakan simposium internasional yang menjadi ajang berkumpul para pelaku startup global ini yang berlangsung hingga Minggu (18/11/2018).

Hadir dua pelaku startup mancanegara, yakni pengembang "smart city" di Liverpool, Professor Paul Morrissey dan pelaku Startup Fukuoka Jepang, Mumu Makinose.

Mumu Makinose berpengalaman membangun startup di Kota Fukuoka yang dari tahun ke tahun meningkat hingga menjadi yang terbaik di negara Jepang. "Caranya anak-anak muda mencari informasi tentang startup sebanyak-banyaknya," katanya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berharap anak muda Kota Pahlawan menghadiri acara ini dan mendapat inspirasi.

Sementara di sisi pendanaan, Bank Bukopin menyatakan komitmennya untuk ikut serta mendukung pengembangan pelaku usaha startup pada sektor financial technology (fintech) di Tanah Air.

Direktur Konsumer PT Bank Bukopin Tbk Rivan A Purwantono mengatakan di tengah pesatnya tren perkembangan industri fintech, Bank Bukopin menyadari bahwa kolaborasi merupakan pilihan strategi yang harus dijalankan pelaku bisnis.

“Dukungan yang diberikan oleh Bank Bukopin terhadap startup fintech merupakan bagian dari strategi kolaborasi tersebut,” ujarnya disela-sela acara Startup Nations Summit 2018 di Surabaya, hari ini.

Rivan menjelaskan salah satu bentuk kolaborasi Bank Bukopin untuk mendorong pengembangan startup fintech dilakukan melalui BNV Labs.

BNV Labs merupakan inkubator yang mendorong tumbuh kembangnya ekosistem fintech di Indonesia. Program inkubasi tersebut ditujukan untuk menumbuhkan lebih banyak startup fintech yang mampu menciptakan solusi kolaboratif dengan para pelaku industri keuangan dan perbankan.

Rivan menjelaskan melalui BNV Labs, Bank Bukopin mendukung pengembangan startup fintech pada berbagai aspek, mulai dari pengembangan ekosistem, akses pasar, dukungan bisnis, penyediaan co-working space, program pengembangan kapasitas, hingga mentorship.

“Bank Bukopin akan terus berkomitmen untuk berperan aktif dan berkelanjutan dalam mendorong pengembangan bisnis startup digital khususnya di bidang fintech di Tanah Air.”

Selain melalui BNV Labs, Rivan mengungkapkan Bank Bukopin juga terus mengembangkan produk, layanan dan aplikasi berbasis teknologi digital untuk memperkuat basis nasabah di segmen milenial, diantaranya melalui aplikasi Wokee dan layanan Bukopinet. kbc10

Bagikan artikel ini: