Ke Banyuwangi, Jenderal Moeldoko: Seperti nikmati Bali dengan harga rupiah

Rabu, 28 November 2018 | 05:49 WIB ET

BANYUWANGI - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko berkunjung ke Banyuwangi selama dua hari, Minggu-Senin (26-27/11/2018). Mantan Panglima TNI itu merasa terkesan dengan Banyuwangi yang pariwisatanya menggeliat dalam beberapa tahun terakhir.

“Ke Banyuwangi ini seperti menikmati yang terbaik dari Bali, tapi dengan harga rupiah,” kata Moeldoko di sebuah hotel berkonsep resor tepi pantai di Banyuwangi, Selasa (27/11).

Di Bali, tarif di beberapa resor papan atas memang berbasis dolar AS.

“Lihat ini, suasana tenang, menenteramkan, kita memandang Selat Bali tanpa hiruk-pikuk. Indah sekali,” kata Moeldoko sembari menunjuk lautan.

Moeldoko mendarat di Bandara Banyuwangi, Senin (26/11). Begitu mendarat, Moeldoko terkesan dengan konsep terminal hijau di bandara tersebut. Saat ini, pemerintah pusat melalui Kementerian BUMN menggelontorkan dana Rp350 miliar untuk pengembangan Bandara Banyuwangi menuju bandara internasional.

“Ada kekhasan tersendiri di Bandara Banyuwangi, yang tidak bisa kita temukan di bandara lain,” kata dia.

Sambil menikmati durian oranye khas Banyuwangi di tepi pantai, Moeldoko bercerita, sebenarnya ini bukan kali pertama dia berkunjung ke Banyuwangi. Waktu kunjungan pertama beberapa tahun lalu, dia hanya menjalankan aktivitas yang terkait kedinasan. Demikian pula kunjungan kedua beberapa waktu lalu, di mana Moeldoko mengunjungi sejumlah kantor pemerintahan di Banyuwangi.

“Baru pas kunjungan ketiga ini, ada waktu untuk mengunjungi beberapa tempat. Dan rasa terkesannya ke Banyuwangi ini seperti deret ukur, bukan deret hitung. Dan ini memang dirasakan orang yang datang ke sini,” kata Moeldoko.

Dalam matematika, deret hitung adalah skema perubahan angka lewat mekanisme penjumlahan. Sedangkan deret ukur mengubah angka dengan perkalian. Sehingga jumlah deret ukur selalu melampaui deret hitung.

“Saya sudah telepon keluarga untuk menjadwalkan liburan bareng ke sini. Masih cari waktu yang pas, menyesuaikan dengan tugas-tugas pemerintahan,” imbuh Moeldoko yang pernah mendapat penugasan militer ke berbagai negara di dunia.

Moeldoko juga menikmati kuliner ikan laut, kopi Banyuwangi, dan berbagai jajanan tradisional. “Bahkan saya beli camilan dan kerupuk produksi Banyuwangi untuk dibawa ke Jakarta. Enak-enak makanan di sini,” pungkasnya.

Bagikan artikel ini: