Bareng Kadin Jatim, diaspora di Australia Barat siap pacu pariwisata dan kualitas SDM Jatim

Selasa, 04 Desember 2018 | 15:32 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Keinginan untuk memberikan support kepada negara tercinta Indonesia terus digemakan oleh warga Indonesia yang berdomisili di luar negeri. Melalui wadah Indonesian Diaspora Network (IDN), mereka melakukan lawatan ke penjuru Indonesia untuk mencari potensi yang bisa dikembangkan dan dipromosikan di luar negeri.

Kali ini, Chairman IDN Western Australia Theodorus Haris Kumar, Vice President Western Australian Consultant Chris Barrington dan Public Relation  IDN Western Australia Lily Silap bersama  rombongan melakukan kunjungan ke Graha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim di Surabaya, Selasa (4/12/2018). Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Antar Kelembagaan dan Kebijakan Kadin Jatim M. Ali Affandi, Wakil Ketua Umum Bidang Peternakan, Perikanan dan Hasil Laut Kadin Jatim Chairul Djaelani, Ketua Komite Tetap Promosi dan Pariwisata Kadin Jatim Bambang Priambodo dan Ketua Badan Koordinator Sertifikasi Profesi Adik Dwi Putranto.

Mengawali perbincangan, Bambang menjelaskan bahwa Jatim memiliki potensi di sektor pariwisata yang cukup banyak bahkan lebih banyak dari Bali dan Lombok. Ada tiga spesifikasi wisata yang ada di Jatim. Untuk Jatim bagian selatan dan utara wisata religi cukup mendominasi. Di bagian tengah, ada banyak wisata kreatif yang bisa menjadi jujugan wisatawan. Sementara Jatim sisi barat dan timur ada potensi wisata alam dan budaya.

“Jatim sangat kaya dengan berbagai potensi pariwisata yang ada. Bahkan beberapa daerah memiliki kampung atau desa wisata dengan berbagai keunikan tersendiri, misalnya Blitar dengan kampung coklat dan kampung jenang. Di sana wisatawan akan disuguhi sajian menarik tentang bagaimana mengolah coklat dan jenang hingga menjadi makanan yang sangat nikmat,” ujar Bambang.

Menanggapi hal tersebut, Haris menegaskan akan berupaya membantu mempromosikan potensi pariwisata Jatim ke masyarakat Australia dan membantu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Jatim. Karena hal itu telah menjadi komitmen IDN di seluruh negara.

“Setelah kami mendengar dan mengetahui potensi Jatim, kami yakin masyarakat Australia akan tertarik. Apalagi pariwisata disini sangat beragam. Kita tidak tahu karena selama ini minim promosi. Saat saya datang ke travel agent dan mencari pariwisata Indonesia tidak ada, yang ada hanya pariwisata Bali dan Lombok. Padahal Jatim ternyata juga sangat menarik,” ujar Haris. 

Ia menilai, ada beberapa hal yang menjadi catatan dalam mempromosikan potensi yang dimiliki, yaitu dengan mengemasnya secantik dan se-elegan mungkin. Bagaimana tempat dan lokasi pemasaran sehingga bagaimana menyiapkan infrastruktur pendukung yang ada di lokasi wisata, mulai dari jalan hingga toilet yang layak dan sangat bersih.

Sementara dari sisi peningkatan SDM, saat ini IDN Western Australia  telah berikan support kepada SMA Visi Global di Banyuwangi untuk membuka jurusan pendidikan kesehatan yang lebih menitikberatkan pada cara merawat manusia lanjut usia (manula) karena di Australia sangat dibutuhkan. Selain itu juga mensupport salah satu politeknik di Banyuwangi untuk membuka jurusan keahlian teknik, misalnya teknik perkayuan, teknik las, teknik pertukangan dan lain sebagainya.

Atas langkah tersebut Adek Dwi Putranto sangat antusias dan mengatakan bahwa saat ini Kadin juga tengah berupaya meningkatkan kualitas SDM Jatim, utamanya yang lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dalam hal ini, Kadin Jatim telah  bekerjasama dengan IHK Trier dari Jerman untuk menerapkan pendidikan vokasi dual system agar lulusan SMK bisa diterima dan sinkron dengan kebutuhan industri di Jatim.

“Karena yang harus dipacu tidak hanya potensi alam dan daerahnya tetapi juga potensi SDM yang ada, bagaimana mereka bisa bersaing dengan tenaga kerja luar negeri. Dan kami berharap nantinya IDN juga akan memberikan support,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Chairul Djaelani yang juga mantan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jatim berharap pertemuan ini akan berlanjut pada adanya kerjasama yang konkrit, tidak hanya government to government tetapi juga dengan pihak swasta, business to business serta government to private. 

“Karena menurut pengalaman saya, kerjasama itu tidak cukup hanya antar pemerintahan saja, sektor private atau swasta juga harus dilibatkan,” tambah Chairul.

Dan di akhir pertemuan, Ali Affandi menegaskan bahwa hasil dari pertemuan ini akan lebih dimatangkan dalam kesepakatan kerjasama atau Memory of Understanding (MoU) yang akan dilakukan setelah Kadin Jatim melakukan kunjungan balasan ke IDN Western Australia. 

“Kami akan melakukan kunjungan balasan dan  nantinya kami juga akan menawarkan kepada IDN Western Australia untuk bekerjasama dengan Kadin Institute untuk melakukan pelatihan yang nantinya akan distandarkan oleh mereka,” pungkasnya. kbc6

Bagikan artikel ini: