Rusdi Kirana dikabarkan kaji ulang kontrak pembelian pesawat dengan Boeing

Selasa, 04 Desember 2018 | 20:22 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pendiri Lion Air Rusdi Kirana marah kepada Boeing Co. Ia bahkan berencana mengkaji ulang rencana pembelian pesawat dari produsen pesawat tersebut.

Dikutip dari Reuters, Selasa (4/12/2018), kemarahan Rusdi dipicu oleh kasus kecelakaan yang menimpa pesawat  Lion Air PK-LQP yang menewaskan 189 orang pada akhir Oktober lalu. Rusdi menganggap Boeing berupaya lempar handuk dan mengalihkan perhatian publik atas kecelakaan tersebut. 

Ia menganggap Boeing tidak mau melakukan perubahan desain pesawat yang mereka lakukan dianggap sebagai biang penyebab kecelakaan pesawat. Rusdi menilai Boeing lebih memilih menyalahkan Lion atas kasus tersebut. 

Atas masalah tersebut, Rusdi sedang memeriksa kemungkinan membatalkan pesanan yang tersisa dari jet Boeing dari pengiriman berikutnya.

Sumber lain yang dekat dengan maskapai tersebut bahkan mengatakan Lion sedang melihat kemungkinan untuk membatalkan semua pesanan pesawat ke Boeing.

Sebagai informasi, Lion Air merupakan salah satu pelanggan terbesar Boeing. Mereka saat ini memesan 190 pesawat dari Boeing.

Total nilai pesanan tersebut mencapai US$22 miliar. Pesawat tersebut saat ini sedang ditunggu pengirimannya. Pesanan pesawat tersebut merupakan kelanjutan dari pembelian 197 pesawat yang telah dilakukan Lion sebelumnya.

Tapi sampai berita ini diturunkan, belum ada keputusan akhir mengenai pembatalan pembelian pesawat oleh Rusdi.

Juru bicara Boeing yang dikonfirmasi mengenai kemarahan Rusdi tersebut mengatakan pihaknya akan berupaya untuk mengambil setiap langkah untuk memahami semua aspek dalam kecelakaan yang terjadi pada pesawat Lion Air kemarin. 

"Kami akan bekerja sama dengan tim penyelidik dan semua pihak berwenang yang terlibat. Kami juga mendukung pelanggan kami yang berharga melalui waktu yang sangat sulit ini," katanya. 

Sementara itu dari pihak Lion Air menolak untuk mengomentari kabar kemarahan Rusdi tersebut. Pesawat Lion Air akhir Oktober lalu jatuh dan menewaskan 189 orang.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) beberapa waktu lalu menyatakan berdasarkan hasil penyelidikan mereka, pesawat Lion yang jatuh tersebut sebenarnya layak terbang. kbc10

Bagikan artikel ini: