Hadapi ketatnya persaingan di pasar es krim, ini strategi Campina di tahun depan

Selasa, 04 Desember 2018 | 21:18 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Besarnya populasi penduduk Indonesia membuat pasar produk es krim di Tanah Air kian segar saja. Terbukti, kini banyak pemain baru baik dari perusahaan dalam negeri maupun asing yang ikut mencicipi segarnya pasar es krim di Indonesia.

Sadar akan makin ketatnya persaingan di pasar, PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) tak ingin pangsa pasarnya yang saat ini sudah di kisaran 20 persen tergerus. Oleh karenanya, perseroan telah menyusun strategi agar tetap eksis di industri ini.

Menurut Presiden Direktur PT Campina Ice Cream Industry Tbk, Samudera Prawirawidjaja, perseroan akan terus melakukan inovasi produk berkelanjutan yang berkualitas prima untuk memelihara loyalitas konsumen.

"Kami terus berupaya meningkatkan daya tarik konsumen terhadap produk es krim Campina yang selalu kekinian mengikuti tren yang sedang hangat di masyarakat," katanya pada paparan publik perseroan di pabrik PT Campina Ice Cream Industry Tbk di Surabaya, Selasa (4/12/2018).

Samudera bilang, dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, perseroan optimis akan terus tumbuh dan berkembang pada tahun-tahun yang akan datang.

Terkait srategi di tahun depan, dia mengungkapkan jika perseroan tengah menyiapkan produk-produk baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dengan memasuki segmen pasar baru, yaitu es krim premium dan es krim refreshment.

"Kami siapkan produk yang memiliki segmen masing-masing mulai anak-anak, remaja, dan dewasa. Dengan memasuki segmen pasar tersebut, perseroan optimis akan memperkuat eksistensi brand Campina sebagai pemain utama es krim di Indonesia," ulas Samudera.

Direktur Penjualan CAMP, Adji Andjono Purwo menambahkan, perseroan menyadari bahwa tren milenial saat ini sangat berkembang pesat sehingga perusahaan memandang perlu untuk memberi perhatian besar dan memanfaatkan hal ini untuk kemajuan.

"Termasuk rencana kami membuka cafe atau stan produk premium Campina di mal atau tempat umum, keramaian, atau dengan penampilan tempat yang kekinian," ungkap Adji.

Selain itu di tahun 2019, pihaknya tetap menggandeng Disney untuk segmen es krim bagi anak-anak dengan seri Frozen. "Bersamaan dengan peluncuran film Frozen baru oleh Disney yang akan meluncur di tahun 2019," tambahnya.

Sementara di segmen remaja, seri produk hula-hula meluncurkan rasa baru, yaitu rasa jagung manis.

Sementara untuk penjualan, pihaknya menyiapkan strategi penjualan melalui Digital Marketing Strategy, dengan memanfaatkan semua digital platform yang saat ini digandrungi masyarakat.

"Harapannya komunikasi Perusahaan kepada konsumen maupun masyarakat pada umumnya menjadi semakin menarik dan efektif," tambah Adji.

Dari segi distribusi produk, Perusahaan akan terus melakukan ekspansi dan penetrasi ke kota-kota sekunder dengan menggandeng distributor-distributor baru untuk memperkenalkan produk es krim Campina lebih luas lagi.

Channel pemasaran non konvensional juga akan lebih ditingkatkan melalui eCommerce, Home Delivery serta Horeca dan Lifestyle agar lebih mendekatkan brand Campina dengan kaum milenial yang menjadi salah satu target utama pemasaran produk.

"Kami optimis pasar akan mengalami peningkatan di tahun-tahun depan, mengingat dengan jumlah penduduk Indonesia 250 juta, per kapita konsumsi es krim-nya masih 0,63 persen. Potensinya masih besar," tambah Adji.

Sementara itu terkait kinerja perseroan di tahun 2018 ini, disebutkan bahwa perseroan mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp 44,54 miliar sepanjang periode Januari-September 2018 atau meningkat sebesar 18,05% dari laba bersih di periode yang sama tahun 2017 yaitu Rp 37,73 miliar. 

Peningkatan laba bersih ini karena adanya penurunan beban keuangan. Sementara penjualan bersih pada 9 bulan perttama tahun 2018 tercatat Rp 717,08 miliar atau mengalami penurunan sebesar 2,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 yaitu Rp 737,39 miliar. 

Pada tahun ini, perseroan mencatat belanja modal sebesar Rp 46,93 miliar. Belanja modal terbesar yang dilakukan perseroan adalah untuk pembelian freezer, selain itu juga ada pembelian untuk mesin, peralatan serta kendaraan. kbc7

Bagikan artikel ini: