Bidik penjualan Rp1,9 triliun, Gunawan Dianjaya Steel jajaki ekspor ke Eropa

Kamis, 06 Desember 2018 | 21:26 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Emiten industri plat baja PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) menargetkan penjualan bersih sepanjang tahun 2019 mendatang sebesar Rp 1,9 triliun.

Angka ini disepakati dengan melihat peluang pasar serta pencapaian penjualan pada semester II tahun 2018 yang cukup moncer. Pasalnya, dari target awal penjualan bersih perseroan di akhir tahun 2018 ini sebesar Rp 1,228 triliun, hingga akhir November 2018 lalu ternyata sudah terlampai atau pencapaian sebesar Rp 1,27 triliun.

Direktur PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk Hadi Sucipto mengatakan, penjualan sepanjang Oktober-November 2019 ini meningkat signifikan, mengingat hingga akhir September 2018 lalu saja penjualan perseroan masih di angka Rp 987 miliar.

"Banyak hal yang mempengaruhi posiifnya kinerja penjualan perseroan pada dua bulan terakhir ini. Selain adanya kenaikan harga jual dan volume penjualan, juga karena aksi merger perseroan dengan perusahaan afiliasi yakni PT Jaya Pari Steel Tbk ikut mendongkrak penjualan perseroan," katanya pada paparan publik perseroan di pabrik PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk, Surabaya, Kamis (6/12/2018).

Dengan kondisi tersebut, pihaknya pun telah memproyeksi penjualan perseroan pada tahun 2019 mendatang mencapai Rp 1,9 triliun. Hal ini diakuinya sebagai tantangan bagi manajemen, mengingat persaingan pasar di produk plat baja Tanah Air cukup ketat.

"Dengan pertumbuhan pasar baja nasional yang diprediksi tumbuh 7 persen hingga 8 persen, kita ada target penjualan Rp 1,9 triliun pada 2019," ujar Hadi.

Hadi menjelaskan, pasca penggabungan dengan PT Jaya Pari Steel Tbk dengan GDST, peluang untuk meningkatkan kinerja perseroan memang terbuka lebar. Karena pembelian bahan baku plat baja dalam jumlah besar, harga pun bisa dinegosiasikan dengan para suplaier dengan harga yang bersaing.

Begitu pula ongkos logistik juga bisa ditekan karena sekali jalan dari sebelumnya pengapalan sendiri-sendiri antara GDST dan Jaya Pari Steel. Efisiensi pada pembelian bahan baku dan biaya logistik ini tentu akan mempengaruhi harga pokok pokok produksi yang saat ini kontribusinya mencapai 87 persen. "Efisiensi harga bahan baku tentu akan berpengaruh pada kinerja kita seperti laba kotor dan laba bersih kita ke depan,” katanya.

Hal tersebut sejalan dengan strategi GDST pada 2019, yakni meningkatkan penjualan ekspor. Saat ini komposisi ekspor terhadap total penjualan mencapai 3,7 persen dengan tujuan ekspor ke Malaysia, Singapura dan Italia.

"Kedepan, kita akan tingkatkan ekspor ke negara-negara Eropa dan mencari peluang ekspor di negara lain seperti Timur Tengah," ujar Hadi. kbc7

Bagikan artikel ini: