2,13 Juta sampah plastik cemari Indonesia setiap tahun

Selasa, 11 Desember 2018 | 10:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ada sekitar 44 persen sampah plastik alias 2,13 juta ton cemari lingkungan di Indonesia setiap tahun.

Hal itu diungkapkan Guru Besar Pengelolaan Udara dan Limbah Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Enri Damanhuri, dalam Workshop Media, di Tangerang Selatan, Senin (10/12/2018).

Dia mengatakan, dari total sampah plastik nasional, baru 36 persen yang dapat diambil dan dikumpulkan oleh Dinas Kebersihan dan Dinas Lingkungan Hidup dan dibuang ke TPA. Selanjutnya, baru 20 persen yang masuk ke dalam sistem informal, seperti bank-bank sampah untuk didaur ulang (recycle).

"44 persen yang lari ke lingkungan. Besar sekali. Kenapa? Karena rate collection kita rendah. 2,13 juta ton per tahun itu bocor kemana-mana. Dan di situlah persoalan utama," kata dia.

"Kalau kita naik kereta api dari mulai Karawang sampai Jakarta, kanan kiri, tempat sampah sudah. Karena memang rendah sekali," imbuhnya.

Dia mengatakan, idealnya dalam pengelolaan sampah, tidak ada yang tanpa dapat dikumpulkan. Oleh karena itu, pengumpulan sampah oleh dinas kebersihan maupun upaya daur ulang sampah plastik harus terus ditingkatkan.

"Harus pengelolaan oleh dinas ditambah recycle 100 persen. Tidak boleh ada yang terbuang. Tidak boleh ada celah masuk. Kalau kita mau memperhatikan kurangi (porsi sampah yang terbuang tanpa dikelola). Kemana? Ke sistem (Pengelola sampah) kota yang memang rendah," tegasnya.

Pemerintah juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengumpulan dan penanganan sampah plastik hingga ke daerah. "Terutama daerah yang tidak tersentuh dengan sistem pengelolaan kota," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: