Marsillam Simanjuntak, sosok kontroversial
Aktor di balik banyak peristiwa penting

Marsilam Simanjuntak
Meski di namanya melekat marga Suku Batak, yakni Simanjuntak, namun tokoh yang selalu tampil kontroversial ini sejatinya adalah pria kelahiran Yogyakarta, 23 Februari 1943.
Meski pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman (Juni 2001) dan Jaksa Agung RI (Juli-Agustus 2001) setelah sebelumnya menjabat Sekretaris Kabinet (Januari 2000) pada Pemerintahan Gus Dur, mantan tahanan peristiwa Malari 1974 ini, pendidikan formalnya adalah kedokteran. Dia lulusan Fakultas Kedokteran UI (1971).
Karier awalnya adalah sebagai dokter penerbangan di Maskapai Penerbangan Garuda. Namun Dia aktif di berbagai kelompok dan kegiatan politik bawah tanah. Marsilam sudah lama berteman dengan Gus Dur, termasuk bersama-sama (dengan Gus Dur) mendirikan Forum Demokrasi (ForDem). Maka itu wajar pada Pemerintahan Gus Dur sosok ini dipercaya memegang sejumlah jabatan strategis.
Bahkan, nama Marsilam disebut-sebut oleh banyak pihak sebagai salah satu aktor sekaligus perumus Maklumat Presiden Gus Dur tentang Pembekuan Parlemen dan Pemilu Dipercepat. Kedekatan Marsilam bersama kelompoknya dinilai mewarnai pemerintahan Gus Dur, diantaranya Bondan Gunawan, Wimar Witoelar, Erna Witoelar, Rachmat Witoelar, Sarwono Kusumatamadja dan lainnya. Sampai-sampai kelompok ini membuat iri para tokoh NU yang juga dekat Gus Dur.
Para aktivis ForDem yang notabene juga aktivis Sosdem (Sosial Demokrat) yang pernah menguasai Golkar di zaman pemerintahan Orde Baru itu juga dicurigai banyak orang sebagai pihak yang mendorong Presiden Gus Dur untuk mengerjai Partai Golkar pimpinan Akbar Tanjung - saat Gus Dur berkuasa. Dan, nama Marsilam lagi-lagi disebut sebagai salah satu actor penting dibalik itu.
Memang, Marsilam bukan sekedar tokoh biasa. Buktinya, saat ramai-ramai skandal Bank Century dibahas Pansus DPR RI, nama Marsilam kembali muncul. Banyak orang baru mengetahui ternyata Marsilam juga dekat dengan Presiden SBY. Namun ketika dicecar pertanyaan oleh Pansus Century sebagai apa dirinya berada di tengah-tengah rapat penting pembahasan bailout Rp6,7 triliun, dengan tenang Marsialam menjawab : Saya di situ sebagai nara sumber.
Keberadaan Marsilam dirapat maha penting itu (Rapat Komite Stabilitas Sektor Keuangan/KSSK) sebelumnya memang telah menjadi kontroversi. Mewakili siapa dan sebagai apa mantan tokoh Malari itu berada di sana. Namun di hadapan Pansus Century, betapa kapasitas tokoh ini bisa dilihat. Jika sejumlah saksi sebelumnya (Sri Mulyani, Boediono) terkesan kikuk menghadapi pansus, namun Marsilam tampil dengan sangat perfect, menguasai masalah, memahami psikologis penanya, tenang, dan retorik.
"Saya ada di situ (rapat KSSK) diundang sebagai nara sumber. Dan ingat, saya bukan satu-satunya nara sumber di rapat itu. Ada beberapa narasumber," kilah Marsilam.
Itulah sosok Marsilam. Kontroversi, tapi piawai. Selepasnya dari tahanan sebagai aktivis Malari pada 1975, Marsilam diangkat sebagai Kepala Kesehatan. Hanya saja, ia kemudian harus menerima keputusan percepatan masa pensiun karena menolak menjadi anggota Korps Pegawai Negeri (Korpri) dan indoktrinasi P-4.
Sejak bulan Oktober 2006 Marsillam diangkat oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bersama Agus Widjojo dan Edwin Gerungan, sebagai staf presiden yang dinamakan Unit Kerja Presiden Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R). Namun pada pemerintahan SBY yang kedua, sosok ini diklaim senbagai penasehat Menteri Keuangan Sri Mulyani. Maka itu dia ada di rapat KSSK sebagai nara sumber.
Namun, sebagian orang masih banyak yang menaruh curiga terhadap tokoh cerdas ini, mungkinkah Marsilam sebagai inisiator keputusan bailout Bank Century senilai Rp6,7 triliun tersebut ?? Dan, apa motifnya dibalik itu, mengingat skandal ini akhirnya mencuat juga ke permukaan ??? kbc1
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9767.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +19.24 menjadi 5207.999
- Pilihan Editor: Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- Berniaga.com: Investasi kami cukup untuk 5 tahun ke depan
- Pelanggan Indovision kini bisa tonton TV di tablet
- Gelar Pasar Meriah, berniaga.com temukan penjual-pembeli
- Novel Harry Potter terjual US$228 ribu
- Chatib Basri ingatkan bubble price di IHSG
- Digarap serius, potensi bisnis properti di daerah luar biasa
- Mendadak jadi guru, bos Semen Indonesia motivasi pelajar agar tak loyo belajar
- Berbekal US$1,1 miliar, Yahoo! resmi caplok Tumblr
- Eddy William Katuari dan kepak sayap Grup Wings
- Arum Sabil, dari tukang foto keliling hingga Anggota DGI
- Dymas, dari ayam bakar sampai ojek motor
- Mengurus BUMD kurang sukses, ditugasi jadi Dirut PLN?
- Teguh Kinarto, transformasi sang tukang kredit keliling
- Hotbonar Sinaga sang Man of the Year
- Bukik dan ide tolol perubahan
- Hikayat krisis, hikayat Maryono
- Ketut Mardjana jadi bos kantor pos se-ASEAN
- Upik, dari Perhutani ke bos BUMN benih
- Di-CT Scan Profesor Hafid, Dahlan sehat-sehat saja
- Maryono, dari Bank Mutiara jadi bos BTN
- Komitmen anti-suap bos perusahaan setrum
- Wamen ESDM yang suka "ngojek"
- Anindya: Tripartit harus dijalankan
- Pejabat grup Bakrie pimpin insinyur se-Indonesia
