Aneka Bisnis

6 September 2019, 07:42 WIB

Diserbu barang impor, industri baja bantah produksi domestik kekurangan

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan pelaku indusri baja dalam negeri membantah membanjirnya produk baja impor akibat kurangnya pasokan produksi dalam negeri.

Menurut Ketua Umum Indonesia Zinc Aluminium Steel Industries (IZASI) Yan Xu, selama ini perusahaan baja dalam negeri sangat mampu memenuhi permintaan pasar bahkan masih banyak yang belum terserap.

"Selama ini industri dalam negeri hanya mendapat pasar sekitar 37 persen. Sementara sisanya impor. Kalau kita lihat produksinya, industri dalam negeri itu sangat mampu memenuhi permintaan pasar. Jadi tak ada masalah diproduksi. Isu seperti ini kita juga tidak tahu siapa yang buat," ujarnya di Ibis Style, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Yan Xu mengatakan, untuk baja lapis konstruksi, khususnya BJLAS, kapasitas produksinya sudah mencapai 1,1 juta ton per tahun sementara permintaan sebesar 1 juta ton di tahun 2018. Seharusnya permintaan ini dapat dipenuhi oleh industri nasional yang mengalami oversupply.

"Impor Karbon BJLAS dan Paduan BJLAS ini dirajai 90 persen dari impor oleh China dan Vietnam yang mengalami kenaikan impor hampir dua kali Iipat dari 2016 hingga 2018 dan telah memenuhi demand nasional sebesar 57 persen yang mana industri