Kabar bohong petugas tes Covid-19 tak pernah ganti sarung tangan

Kamis, 4 Juni 2020 | 09:55 WIB ET

JAKARTA - Kabar bohong kembali beredar di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya adalah hoaks bahwa petugas rapid atau swab test tidak pernah mengganti sarung tangan, sehingga berpotensi menularkan virus dari pasien sebelumnya.

Narasi bohong itu beredar viral di sejumlah grup percakapan WhatsApp. "Saya mendapat informasi ini dari grup sesama teman kuliah," ujar Budi Santoso, warga Kota Semarang, kepada kabarbisnis.com melalui telepon.

Berikut isi narasi lengkapnya:

Mohon menjadi perhatian bagi diri kita sendiri maupun keluarga dan kolega anda/panjenengan semua.

Bila tiba-tiba anda/panjenengan terjebak dalam oprasi rapid tes dadakan/ujug ujug datang petugas yang mengharuskan mengikuti rapid tes, maka perlu diperhatikan sarung tangan petugs, kalau sarung tangan yang dipakai hanya itu-itu saja (satu) yang dipakai, tanpa ganti ganti, dimana setelah petugas itu pegang orang/pasien yang rapid tes, kemudian tanpa ganti sarung tangan petugas lalu memegang anda/panjenengan, maka disinilah letak rawannya penularan virus nya, karena kita ngga tau dan petugas pun ngga tau, apakah orang yang dipegang sebelum kita tadi, orang tersebut positif/reaktif atau negatif..

jadi penularan bukan karena kita berada ditempat umum saja, akan tetapi saat rapid tes dilakukan massal.

 

Sejumlah kepala Dinas Kesehatan sudah menyatakan bahwa narasi itu adalah kabar bohong.  Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam menegaskan, narasi tersebut tidak sesuai dengan fakta. Abdul menjelaskan bahwa kegiatan swab atau rapid test dipastikan selalu mematuhi standar operasional prosedur penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).

“Petugas rapid atau swab test DKK Semarang selalu mengganti sarung tangan setiap kali ganti pasien. Jadi masyarakat tidak perlu resah atau khawatir dengan isu penularan Covid-19 melalui sarung tangan petugas seperti yang diberitakan dalam pesan kaleng tersebut,” jelas Abdul.

Setiap pasien pun yang diperiksa juga wajib menjalankan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah melalukan tes. Sehingga pasien dalam kondisi bersih saat pemeriksaan.

“Demikian juga halnya pasien diharuskan cuci tangan dengan sabun atau handsanitizer setelah mendapatkan pelayanan, sehingga tidak terjadi penularan virus,” kata Abdul. kbc9

Bagikan artikel ini: