Dampak pandemi, ekonomi Eropa diramal minus hingga 8,7%

Jum'at, 5 Juni 2020 | 09:03 WIB ET
Presiden Bank Sentral Erop (ECB) Christine Lagarde
Presiden Bank Sentral Erop (ECB) Christine Lagarde

JAKARTA - Dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi terus meluas. Bahkan, Presiden Bank Sentral Erop (ECB) Christine Lagarde dalam konferensi pers, Kamis (5/6/2020), mengatakan, zona Uni Eropa bakal menghadapi kontraksi yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Tahun ini, pertumbuhan ekonomi Uni Eropa diramal minus alias terkontraksi sebesar 8,7 persen pada 2020. Namun, ekonomi diprediksi menguat (rebound) tumbuh 5,2 persen pada 2021. "Dan 3,3 persen pada 2022," kata Lagarde.

Proyeksi ini lebih buruk dari perkiraan ECB sebelumnya yang dirilis Maret, yakni di mana PDB Uni Eropa tahun 2020 diramal masih bisa tumbuh 0,8 persen.

Bank sentral Eropa juga memprediksi, inflasi diperkirakan 0,3 persen pada 2020 dan 0,8 persen pada 2021, jauh di bawah mandat ECB untuk mendorong inflasi di bawah 2 persen.

Lagarde menjelaskan bahwa proyeksi itu tergantung durasi pandemi dan efektivitas kebijakan yang diambil di seluruh wilayah Uni Eropa. kbc9

Bagikan artikel ini: