Ikatan guru usulkan tahun ajaran baru digeser ke Januari 2021, ini alasannya

Jum'at, 5 Juni 2020 | 14:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi virus corona (Covid-19) membuat masyarakat harus melakukan social distancing dengan melakukan belajar, bekerja dan beribadah di rumah. Bahkan karena pandemi yang masih berlangsung, kegiatan belajar mengajar di Indonesia masih dilakukan secara daring.

Kondisi ini membuat Ikatan Guru Indonesia (IGI) mengusulkan agar tahun ajaran baru dapat digeser ke Januari 2021. 

Ketua Umum IGI Muhammad Ramli Rahim mengatakan, banyak pertimbangan mengapa tahun ajaran baru harus digeser maksimal hingga awal tahun depan. Dari survei yang dilakukan IGI terhadap kurang lebih 3.000 responden yang merupakan orang tua murid, sekitar 85,3% menolak jika dilakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

"Mereka memilih anaknya tidak sekolah kalau zona merah diberlakukan kegiatan sekolah, karena mereka tidak percaya protokol kesehatan akan berjalan baik di sekolah. Kemudian alasan lain adalah anak-anak tidak kebal corona atau rentan terpapar," katanya, Kamis (4/6/2020).

Orang tua juga mengaku resah jika diberlakukan kegiatan belajar secara langsung. Di satu sisi, orang tua murid khawatir anaknya terpapar jika berada di luar rumah tetapi juga ada khawatir jika anak mendapat sanksi ketika tak berangkat sekolah.

Alasan lain mengapa tahun ajaran baru diusulkan digeser adalah disesuaikan dengan waktunya tahun anggaran. Ramli menerangkan, fakta yang ada selama ini banyak kepala sekolah yang berutang lantaran dana BOS terlambat cair.

"Selama ini faktanya banyak kepala sekolah yang utang karena dana BOS terlambat cair. Kalau disesuaikan tahun anggaran kan sudah tidak ada masalah itu karena ujian nasional dan ujian lain di Desember bukan Juli atau April," tambah Ramli. kbc10

Bagikan artikel ini: