Tekan kematian pasien Covid-19, ini upaya Pemprov Jatim

Jum'at, 5 Juni 2020 | 14:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terus berupaya untuk menekan angka kematian pasien virus corona (Covid-19). Data per 4 Juni 2020, di Jawa Timur terdapat 55.408 kasus, dari jumlah tersebut, 1.089 pasien sembuh dan 437 pasien meninggal. Jatim menjadi provinsi dengan kasus Covid-19 tertinggi kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta.

"Saya khawatir angka kematian ini kok tinggi. Kalau angka positif tinggi kan bisa karena kami rajin tes dan tracing. Tapi, kalau angka kematian ini kan data yang paling jujur," kata Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak dalam diskusi daring, Kamis (4/6/2020).

Pihaknya pun sudah berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mencari solusi atas kondisi ini.

Dari hasil konsultasi itu, ujar dia, ada sejumlah upaya pembenahan yang akan dilakukan pemerintah daerah Jawa Timur dalam upaya penanganan Covid-19 ini. Di antaranya, pembenahan di lapis tata laksana dan pengobatan pasien.

"Salah satunya, Pak Menkes Terawan menganjurkan terapi plasma convalescent bagi pasien," ujar Emil.

Dalam terapi ini, pasien yang sembuh dari Covid-19 bisa menyumbangkan darah melalui sebuah sistem dengan metode plasma convalescent untuk mendapatkan plasma darah penuh antibodi.

Plasma darah penuh antibodi tersebut kemudian dimasukkan ke darah milik pasien yang sedang terinfeksi Covid-19 sebagai terapi agar bisa survive dan sembuh.

Sebelum masuk ke pembenahan di lapis tata laksana dan pengobatan, ujar Emil, Pemda Jatim akan melakukan perbaikan di dua lapisan lainnya.

Pertama, membatasi jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit. Untuk mengatasi agar rumah sakit tidak overload, maka Pemda membuat rumah sakit lapangan di Indrapura. "Pasien yang kondisinya sedang, bisa di sana," ujar Emil.

Lapis kedua, memberlakukan sistem rujukan. "Jadi pasien-pasien itu ditarok dulu di RS Lapangan, kalau menunjukkan gejala serius, kita bawa ke rumah sakit utama," ujar Emil.

Lapis ketiga, Emil bilang, adalah dengan perbaikan tata laksana dan pengobatan. Salah satunya dengan terapi plasma convalescent.

Dalam terapi ini, pasien yang sembuh dari Covid-19 bisa menyumbangkan darah melalui sebuah sistem dengan metode plasma convalescent untuk mendapatkan plasma darah penuh antibodi.

Plasma darah penuh antibodi tersebut kemudian dimasukkan ke darah milik pasien yang sedang terinfeksi Covid-19 sebagai terapi agar bisa survive dan sembuh. "Tiga langkah ini diharapkan bisa menekan angka kematian pasien di Jawa Timur," ujar Emil Dardak. kbc10

Bagikan artikel ini: