Penyelenggara haji dan umrah minta kuota tahun depan ditambah 20%

Jum'at, 5 Juni 2020 | 19:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan penyelenggara haji dan umrah di Tanah Air meminta penambahan kuota haji pada 2021.

Hal ini sebagai imbas keputusan pemerintah untuk tidak memberangkatkan jamaah haji 2020 ke Tanah Suci karena pandemi Covid-19.

Sekjen Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Firman M Nur mengatakan, pembatalan haji tahun ini tentu berdampak pada nomor antrean haji yang semakin panjang.

"Jadi kami meminta kepada pemerintah untuk menambah kouta jamaah haji sebesar 20% pada tahun depan," ujar dia pada acara IDX Channel, Jumat (5/6/2020).

Kemudian, lanjut Firman, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) secara bisnis juga sangat terpukul.

"Pasalnya mulai akhir Februari 2020 kemarin kami selaku PPIU sudah tidak dapat memberangkatkan jamaah Umrah. Sekarang kami juga tidak dapat memberangkatkan jemaah haji khusus," ungkap dia.

Firman juga menambahkan, selama tahun 2020 ini, pengusaha baru menjalankan usaha umrah hanya 1,5 bulan saja.

"Setelah kemarin pemerintah tidak memperbolehkan umrah maka pendapatan tahun ini hanya dari 1,5 bulan tersebut," jelas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: