Jelang bergulirnya kembali Liga 1 dan Liga 2, PSSI siapkan protokol kesehatan

Minggu, 7 Juni 2020 | 12:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah membuat protokol kesehatan guna melanjutkan kembali bergulirnya Liga 1 dan Liga 2 2020. PSSI rencananya ingin melanjutkan Liga 1 pada September dan Liga 2 di bulan Oktober 2020.

Untuk melanjutkan kompetisi di tengah pandemi Covid-19, PSSI diminta harus menyiapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebab, PSSI tidak ingin ketika kompetisi kembali bergulir, ada pemain ataupun ofisial klub Liga 1 dan Liga 2 yang terpapar virus corona.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan protokol kesehatan melalui tim medis PSSI yang dipimpin secara langsung oleh dokter timnas Indonesia, Syarif Alwi. Dalam waktu dekat ini, PSSI akan memberikan protokol kesehatan tersebut kepada klub Liga 1 dan Liga 2 2020.

"Protokol kesehatan Covid-19 sudah dipresentasikan sama tim medis PSSI," kata Yunus Nusi, Sabtu (6/6/2020).

PSSI berencana untuk menggelar Liga 1 2020 dipusatkan di Pulau Jawa. Tidak ada sistem degradasi untuk musim ini, tetapi ada dua tim promosi dari Liga 2 ke Liga 1 2021. Uang subsidi setiap klub juga akan diberikan sebesar Rp 800 juta setiap bulan.

Untuk Liga 2 2020, kompetisi dilanjutkan dengan dibelah ke dalam empat grup yang diisi enam klub. Uang subsidi untuk Liga 2 juga akan diberikan sebanyak Rp 200 juta setiap bulan. Dua tim teratas akan lolos promosi ke Liga 1 2021 dan tidak ada degradasi ke Liga 3 untuk tahun depan. "Sudah dibuat bukunya dan akan dikirimkan ke siapapun yang terlibat di kompetisi," ucap Yunus Nusi.

Ada delapan protokol kesehatan yang sudah disiapkan PSSI. Protokol kesehatan tersebut tak hanya dijalankan oleh pemain dan ofisial tim, tetapi juga wasit. Poin pertama, klub diwajibkan untuk melakukan rapid test satu kali setiap minggu selama Liga 1 dan Liga 2 berlangsung.

Kedua, pemain, ofisial, dan wasit wajib menggunakan masker di lingkungan stadion. Ketiga, tiga hari sebelum pertandingan, kedua klub yang bertanding dan wasit wajib melakukan rapid test. Keempat, hanya pemain dan wasit yang hasil tesnya negatif dipersilahkan bermain.

Kelima, ada pembatasan jumlan orang yang diperbolehkan berada di stadion. Keenam, kedua tim yang akan bertanding hanya diperbolehkan masuk dan keluar dalam satu pintu yang sama. Ketujuh, semua pemain dihimbau tidak melakukan jabat tangan, tidak berbagi botol minuman, dan tidak meludah di lapangan. Kedelapan, tidak ada wawancara media dengan pemain dan ofisial di lapangan.

Berikut delapan protokol kesehatan yang disiapkan PSSI untuk bergulirnya Liga 1 dan Liga 2 tahun 2020:

1. Klub melakukan rapid test 1x tiap minggu kepada seluruh tim dan ofisial selama liga berlangsung nanti. Manajemen klub juga diminta untuk memperhatikan himbauan dan instruksi Pemerintah pusat dan daerah terkait prosedur kesehatan.

2. Penggunaan masker diwajibkan di lingkungan latihan dan screening pengukuran suhu tubuh setiap hari ke setiap pemain dan ofisial.

3. Tiga hari sebelum pertandingan dilakukan rapid test pertama. H-1 kembali dilakukan rapid test kedua. Hasil tes akan diserahkan ke panpel jam 10.00 di hari H. Prosedur yang sama berlaku juga untuk wasit.

4. Hanya pemain dan wasit dengan hasil tes negatif yang dibolehkan bermain. Jika ada wasit yang positif Covid, maka akan disiapkan wasit cadangan. Pemain dengan hasil positif tanpa gejala, akan diisolasi mandiri diawasi dokter tim.

5. Pembatasan jumlah orang yang diperbolehkan berada di stadion dengan total hanya 254 orang dengan dibagi ke 3 zona.

Zona 1: FOP (field of play) 82 orang

Zona 2: tribun area 100 orang

Zona 3: di sekeliling stadion (keamanan,dll) 72 orang

6. Saat hari H pertandingan, hanya ada satu pintu masuk/keluar dan wajib dilakukan pengukuran suhu. Setiap orang wajib menggunakan masker dan berjarak min 1 meter. Yang masuk ke zona 1 & 2 wajib memperlihatkan surat keterangan sehat bebas Covid.

7. Pemain dihimbau tidak melakukan jabat tangan. Tidak berbagi botol minum dengan pemain lain dan tidak meludah di lapangan. Pasca pertandingan, disarankan tidak makan bersama dan mandi di ruang ganti stadion.

8. Tidak ada wawancara media dengan pemain dan ofisial di lapangan. Wawancara dilakukan secara virtual di ruang press conference yang disiapkan. kbc10

Bagikan artikel ini: