Nihil kasus baru Covid--19, dua daerah di Jatim ini jadi zona kuning

Senin, 8 Juni 2020 | 10:54 WIB ET
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

TULUNGAGUNG, kabarbisnis.com: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jawa Timur menetapkan dua daerah di provinsi ini, yakni Kabupaten Lumajang dan Kota Blitar telah turun statusnya dari zona merah menjadi zona kuning.

Kedua daerah tersebut telah berubah menjadi zona kuning dengan nol penambahan kasus konfirmasi positif virus corona baru (Covid19) selama sepekan terakhir.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai mengunjungi kampung tangguh di Desa Bolorejo Kecamatan Kauman Tulungagung, Minggu (7/6/2020).

"Saya baru saja dapat update dari BNPB, dua daerah di Jatim sudah masuk risiko rendah penularan covid-19. Artinta warnanya tak lagi merah namun kuning. Salah satu indikatornya adalah sepekan terakhir tidak ada kasus konfirnasi baru," katanya.

Dia mengatakan bahwa ini adalah harapan baru dalam penanganan Covid-19 Jawa Timur.

Bahwa sejatinya pertumbuhan kasus baru Covid-19 bisa dikontrol. Salah satu kuncinya adalah dengan cara menegakkan penerapan protokol kesehatan dengan ketat.

Oleh sebab itu dia berharap bahwa capaian Kota Blitar ini bisa menular di Kabupaten Tulungagung. Pasalnya angka kasus Covid-19 Tulungagung masih tinggi, yaitu per hari ini masih ada 66 kasus positif Covid-19.

Kemudian untuk PDP nya masih ada sebanyak 632 kasus dan ODP masih sebesar 1.238 kasus.

"Tentu kami berharap Tulungagung yang tetangganya Blitar ini bisa segera mengikuti jejak. Dengan tidak ada penambahan kasus baru selama sepekan maka otomatis BNPB akan mengeluarkan peta kuning," kata Khofifah.

Khofifah menambahkan, sebelum diterapkan new normal, kota paparan Covid-19 harus memasuki masa transisi, dengan memenuhi enam indikator sesuai dengan standar WHO. Sedangkan untuk masuk ke tahap new normal membutuhkan tiga indikator.

"Ini new normal, misalnya kita lihat dalam dua pekan turun 50 persen. Ini (masuk) transisi, karena ada bottom up participation, itu dalam poin enam, kalau poin pertamanya adalah Covid-19 ini terkontrol," ujarnya. 

Pihaknya memastikan, proses penetapan masa transisi maupun new normal akan tetap berpegang pada indikator yang telah ditetapkan oleh WHO.

Gubernur berharap Kabupaten Tulungagung bisa segera menyusul statusnya Lumajang dan Kota Blitar. Sebab akan berdampak terhadap perekonomian maupun kehidupan sosial lainnya. Terlebih Tulungagung memiliki berbagai industri dan UMKM yang berperan besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. 

Untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Tulungagung maupun Kediri, Pemprov Jatim telah menerjunkan tim dokter yang dilengkapi oleh peralatan rapid test hingga PCR. kbc10

Bagikan artikel ini: