Kabar hoaks pesepeda meninggal gara-gara pakai masker untuk lindungi dari Covid-19

Selasa, 9 Juni 2020 | 14:20 WIB ET

JAKARTA - Kabar bohong terkait berbagai alat yang bisa melindungi diri dari Covid-19 kembali beredar. Kali ini masker disebut sebagai penyebab meninggalnya seorang pesepeda di kawasan Monas, belum lama ini.

Narasi bohong itu beredar secara cepat dan berantai melalui pesan WhatsApp. Berikut kutipan lengkapnya:

 

“Henri meninggal saat bersepeda tadi pagi di monas krn kekurangan O2 (oksigen).

Bersepeda jangan memakai masker…..

Keterangan nya begini

Menarik napas adalah mengambil O2 dari udara dan menghembuskan napas adalah mengeluarkan CO2 ke udara. Kelebihan kadar CO2 dalam tubuh adalah berbahaya. Bersepeda adalah exercise apalagi bila cepat dan menanjak….kebutuhan O2 bertambah…frekwensi napas dan nadi meningkat. Apabila memakai masker akan terjadi rebreathing dalam arti ada CO2 yang terisap kembali yang lama2 mengakibatkan naik nya kadar CO2 dalam darah dan bisa mengakibatkan keracunan…..salah satu gejalanya pusing dan mual.

Dalam keadaan tidak latihan pk masker tidak akan apa apa….bisa saja terjadi sedikit kenaikan CO2 tapi tidak sampai terjadi keracunan.

Karena nya bersepeda zaman covid pergilah ke tempat yang sepi dan udaranya besih. Masker tetap dibawa….dipakainya kalo istirahat atau ketemu teman.

Selamat Olahraga”

======

 

Narasi itu diikuti dengan cuplikasi video yang memperlihatkan seorang pesepeda tergeletak di trotoar. Karena tak sadarkan diri, pesepeda itu diberi pertolongan oleh rekannya dengan CPR atau teknik kompresi dada untuk seseorang yang detak jantungnya terhenti.

Kepala Polsek Gambir Jakarta Ajun Komisaris Besar Kade Budiyarta membenarkah bahwa ada seorang pesepeda berinisial H, 48 tahun, yang meninggal di Monas, Jakarta, pada 25 Mei 2020.

"Namun, yang bersangkutan meninggal bukan karena menggunakan masker saat berolahraga. Yang bersangkutan meninggal karena serangan jantung. Itu sudah dipastikan oleh dokter. Keluarganya juga mengatakan dia memang punya riwayat jantung. Mereka bingung kok informasi yang beredar seperti itu,” ujar Budi saat dikonfirmasi.

Budi menjelaskan bahwa orang tersebut awalnya pingsan saat tengah beristirahat di area Taman Pandang, Monas. Teman-temannya pun memberikan pertolongan pertama. Kemudian, mereka bersama petugas satuan Polisi Pamong Praja yang berada di lokasi membawa H ke RS Budi Kemuliaan, kemudian dirujuk ke RSUD Tarakan. Budi sempat dibawa ke ruang Intensive Care Unit (ICU) namun kemudian dinyatakan meninggal. kbc9

Bagikan artikel ini: