Masker N95 defisit 5,4 juta pcs, Menperin ingin larangan ekspor APD dicabut

Selasa, 9 Juni 2020 | 23:49 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto untuk meninjau ulang larangan ekspor masker dan alat pelindung diri (APD). Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Kesehatan tengah menyusun data yang menunjukan terjadi surpus produksi APD nasional hingga akhir tahun.

"Kita meminta adanya revisi peraturan Mendag tentang larangan ekspor untuk relaksasi ekspor APD dan masker," ujar Agus dalam diskusi virtual, Selasa (9/6/2020).

Sebagai informasi saja, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerbitkan Peraturan Mendag Nomor 23 Tahun 2020 tentang Larangan Sementara Ekspor Antiseptik, Bahan Baku Masker, Alat Pelindung Diri, dan Masker yang ditandatangani pada 16 Maret 2020.

Menperin mengatakan pihaknya telah berbicara dengan Mendag dan Ketua Gugus Tugas Penanganan Wabah Corona (Covid -19) Letjen TNI Doni Monardo. Agung pun mengklaim sudah ada kesepakatan agar ekspor masker dan APD diperbolehkan.

"Saya akan melaporkan hal ini kepada Menko Perekonomian. Seharusnya relaksasi aturan Mendag agar ekspor masker dan APD bisa dilakukan dan sudah rampung. Maka itu saya akan cek kepada Menteri Perdagangan karena memang kewenangan untuk mengeluarkan regulasi ini ada di beliau," tegas Agus.

Menperin menegaskan pertimbangan untuk merevisi aturan tersebut adalah adaya surplus produksi dalam negeri, sementara permintaan APD dan peralatan medis di berbagai negara sangat tinggi. Hal itu bisa menjadi peluang yang sangat baik bagi industri dalam negeri untuk melakukan ekspor.

Agus berjanji pihaknya akan memastikan terlebih dahulu terpenuhinya kebutuhan APD dan alkes di dalam negeri sebelum keputusan ekspor ditetapkan. Agus menjelaskan produk APD dan beberapa alkes hingga Desember diperkirakan akan surplus karena kapasitas produksi industri dalam negeri mengalami peningkatan.

Data yang disusun kedua kementerian menunjukkan terjadi surplus produksi sampai dengan Desember 2020 sebesar 1,96 miliar potong untuk masker bedah, 377,7 juta potong masker kain, 13,2 juta potong pakaian bedah (gown/surgical gown), dan 356,6 juta potong pakaian pelindung medis (coverall).

Namun untuk masker N95 masih mengalami defisit sebesar 5,4 juta pcs karena saat ini hanya terdapat 1 produsen dengan kapasitas 250 pcs per bulan. Surplus produksi APD dan alkes ini terjadi berkat dukungan dari beberapa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di dalam negeri yang mampu melakukan konversi produk dari sebelumnya pakaian jadi menjadi APD.

Konversi tersebut dilakukan sekaligus untuk mengatasi anjloknya permintaan produk tekstil di pasar luar negeri akibat pandemi korona. "Dengan nanti ada izin ekspor (melalui revisi Permendag), maka diharapkan industri akan tetap tumbuh sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi agar tetap dalam terotori positif," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: