Wijaya Karya keruk laba bersih Rp152,37 miliar di kuartal I/2020

Rabu, 10 Juni 2020 | 10:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berhasil meraup laba bersih sebesar Rp152,37 miliar pada kuartal I tahun ini.

Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito mengungkapkan, bahwa capaian ini mencerminkan kemampuan WIKA dalam menjaga operasi bisnisnya sekalipun dihadapkan pada sejumlah tantangan di awal tahun 2020 akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Catatan itu didukung oleh penjualan perusahaan ini sebesar Rp 4,20 triliun yang mayoritasnya disumbangkan oleh proyek infrastruktur dan gedung. Kontribusi lainnya berasal dari proyek energi dan industrial plant, sektor industri, serta realty dan properti.

Dia bilang, kondisi keuangan masih menunjukkan WIKA sebagai perusahaan yang sehat di mana rasio gross gearing dan net gearing perusahaan masing-masing hanya sebesar 1,04 kali dan 0,59 kali dari covenant sebesar 2,50 kali.

"Ini menjadi langkah awal yang cukup baik bagi kami dalam mempersiapkan diri untuk mengembalikan ritme pembangunan beberapa proyek infrastruktur yang sempat mengalami perlambatan akibat penyebaran Covid-19 sejalan dengan pemberlakuan transisi dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menuju pemberlakuan new normal," papar Agung dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2020).

Agung BW melanjutkan, dengan bekal order book yang mencapai Rp 80,68 Triliun hingga April 2020, WIKA akan memfokuskan produksi pada beberapa proyek yang berasal dari BUMN dan afiliasinya serta Pemerintah karena memiliki skema pembayaran yang lebih baik.

Ia menambahkan, kondisi ini akan membantu menjaga stabilitas operasi perusahaan sekaligus memastikan bahwa WIKA tetap menjaga kesehatan keuangannya.

Dalam memastikan operasi perusahaan ke depan, Perusahaan ini telah menyiapkan protokol-protokol yang mengatur aktivitas-aktivitas karyawan maupun yang melibatkan stakeholder lainnya baik itu yang berlangsung di kantor, proyek maupun pabrik.

Bagi aktivitas yang memerlukan interaksi secara langsung, tetap diberlakukan pengecekan suhu tubuh dan berlangsung dengan menerapkan physical distancing, sementara itu aktivitas lainnya dapat dilakukan secara virtual.

WIKA juga tengah fokus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital. Saat ini, proses digitalisasi yang berlangsung di WIKA telah mengubah secara signifikan cara kerja dari sisi perencanaan, proses pembangunan sampai pada monitoring dan evaluasi proyek.

"Efektivitasnya pun mulai terlihat dari berkurangnya kehadiran secara fisik serta aspek kualitas yang terus dihasilkan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: