Sudah lebih dari Rp600 triliun kredit direstrukturisasi

Kamis, 11 Juni 2020 | 12:40 WIB ET

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 99 dari 101 bank umum konvensional maupun syariah yang terdaftar telah merestrukturisasi kredit kepada 5,94 juta debitur selama pandemi Covid-19. Nilai kredit yang direstrukturisasi hingga 2 Juni 2020 sebesar Rp 609,07 triliun.

Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan, restrukturisasi ini didominasi oleh debitur usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Rinciannya, 4,96 juta debitur UMKM dengan nilai restrukturisasi mencapai Rp 282,64 triliun dan debitur non UMKM sebanyak 980.000 dengan nilai Rp 326,43 triliun.

Sebanyak 2 bank yang belum menerapkan restrukturisasi kredit, masih mempelajari skema dan sedang menyesuaikan dengan pedoman POJK 11/POJK.03/2020. Prinsipnya, POJK 11/POJK.03/2020 itu sebetulnya untuk memberikan ruang bagi debitur-debitur yang berkinerja bagus tapi terdampak Covid-19. Kemudian, peraturan ini juga diharapkan dapat menjadi countercyclical dan menjadi bantalan dari dampak negatif penyebaran Covid-19.

“OJK secara berkelanjutan memonitoring implementasi pelaksanaan restrukturisasi kredit atau pembiayaan sesuai POJK 11/POJK.03/2020 untuk perbankan dan POJK 14/POJK.05/2020 (IKNB). Hal ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan membantu debitur yang terkena dampak penyebaran Covid-19,” katanya belum lama ini.

Sementara itu, di perusahaan pembiayaan per 5 Juni 2020, OJK mencatat sebanyak 183 perusahaan pembiayaan yang terdaftar telah merestrukturisasi kredit kepada 2,82 juta kontrak pembiayaan dengan nilai yang direstrukturisasi sebesar Rp 84,28 triliun.

Selain kebijakan stimulus terkait restrukturisasi, kebijakan lainnya yang telah diterbitkan untuk meminimalisir dampak Covid-19 bagi masyarakat dan sektor jasa keuangan antara lain penyediaan dana baru, pelaporan, penetapan kualitas aset, jangka waktu kebijakan, dan pembentukan cadangan kerugian.

Bagikan artikel ini: