Pandemi Covid-19, Viva Cosmetic gelar Virtual Beauty dan Fashion

Kamis, 11 Juni 2020 | 18:21 WIB ET

SURABAYA - Di tengah Pandemi Covid-19, Viva Cosmetics melakukan terobosan, kreasi dan inovasi baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya yakni dengan menggelar Virtual Beauty & Fashion 2020. 

Rencananya acara berlangsung 20 Juni 2020 menggandeng tiga desainer, tiga model dengan 12 karya yang bakal ditampilkan secara live di salah satu stasiun TV swasta di Surabaya. Selain Virtual Beauty & Fashion 2020 juga Webinar mengenai Marketing in The Future dengan menampilkan praktisi pemasaran Hermawan Kertajaya dan Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak live di Youtube, Instagram dan Zoom dengan peserta sekitar 500 orang. 

Yusuf Wiharto, Direktur Distribusi Viva Cosmetics Wilayah Indonesia Timur mengatakan seperti  kita ketahui sampai saat ini Pandemi Covid-19 masih berlangsung dan kita belum tahu sampai kapan ini akan berakhir. 

“Namun sebagai pelaku industri kreatif, kita tetap harus selalu bersemangat untuk terus maju dan berkembang dalam kondisi apapun itu. Untuk itu kami selalu mengadakan inovasi baik dalam produksi, aktifitas, kreativitas dalam marketing dan promosi kita,” katanya kepada media kemarin.

Kreasi tidak saja dalam promosi, melainkan juga dalam produksi. Salah satunya dalam masa Pandemi Covid 19 berupa produksi Hand Sanitizer dengan berbagai ukuran dari bahan Alamo aloe vera dengan harga terjangkau serta berkualitas tinggi membantu masyarakat dalam usaha memutus rantai penularan Covid-19 .

“Dalam aktivitas marketing dan promosi, mengadakan Virtual Beauty & Fashion 2020 dengan tema “Alliance”. Mengapa mengambil tema tersebut? Karena kami mengoptimalkan dan memadukan filosofi budaya dan teknologi namun implementasinya harus dengan keterbukaan dan lebih intelektual untuk meraih sense of well being.” 

Jadi dengan adanya Fashion Show ini jelas Yusuf membuat para designer untuk tidak drop, karena kami membangun suatu penelitian dimana Virtual Fashion Show dapat menjadi salah satu alternatif di dalam Fashion Show. 

“Event ini kita buat untuk menjaga komitmen kami yang selalu konsisten mendukung industri kreatif Indonesia, dalam hal ini kami memadukan teknologi dan industri kreatif yang dituangkan dalam bentuk Virtual di bidang mode / fashion,” ujarnya.

Karena di masa Pandemi seperti ini tidak memungkinkan untuk adanya pengumpulan orang dalam jumlah yang banyak, maka untuk itu kami membuat event dalam bentuk Virtual dengan menggandeng beberapa designer yang berdomisili di Surabaya yang kiprahnya sudah Go International. 

“Yakni Lia Latif, Geraldus Sugeng dan Mega MA. Ketiganya mengusung tema baju ready to weare. Meski banyak di rumah, tetap harus modis sehingga tidak bosan,” tegas Yusuf.

Lia Afif mengatakan sebenarnya dengan adanya Virtual Fashion Show yang diadakan Viva sangat membantu designer tetap berkreasi di tengah Pandemi seperti ini. 

“Dengan kita menampilkan koleksi-koleksi terbaru bisa menunjukkan ke klien, bahwa ini loh kita masih bisa berkreasi walaupun tanpa kita tidak mengerti fashion, tidak bisa mengikuti fashion show, tidak bisa bertemu orang, dengan adanya Virtual Fashion Show, amat sangat membantu sekali,” katanya. 

“Untuk tema kali ini baju yang belum saya keluarkan di event karena baju ini yang nantinya akan keluar di event Indonesia Fashion Week, Surabaya Fashion Parade. Yang mana eventnya akan diundur sampai bulan Oktober. Warna-warna yang dikeluarkan lebih menggunakan warna-warna batik nusantara, karena saya identik dengan designer yang selalu mengangkat kesan-kesan Nusantara, jadi seperti warna gold, hitam dan abu-abu.” 

Sementara Mega MA merilis baju untuk usia 17 sampai 30 tahun yang sedang trend di tahun 2020 dengan warna natural. “Harapan kami dengan mengadakan kegiatan ini dalam masa Pandemi Covid 19 dapat memberikan kontribusi dan inspirasi bagi semua pelaku industri kreatif untuk tetap optimis, semangat, maju dan berinovasidalam kondisi seperti apapun.”

Bagikan artikel ini: