Meski penjualan anjlok, Toyota masih kokoh kuasai 39 persen pasar di Mei 2020

Jum'at, 12 Juni 2020 | 11:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Di tengah lesunya pasar otomotif nasional akibat pandemi Covid-19, Toyota masih cukup kokoh dibandingkan produsen mobil lainnya dengan penjualan 6.727 unit pada Mei, atau menguasai sekitar 39,4 persen dari total penjualan ritel seluruh merek.

Secara berturut-turut, penjualan terbanyak kedua dan ketiga diisi Daihatsu sebesar 3.673 unit disusul Honda sebanyak 1.291 unit.

Berdasarkan data penjualan, total penjualan ritel pada Mei mencapai 17.803 unit,lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sekitar 24.000 unit. Lima besar penjualan ritel terbanyak ditutup Suzuki dan Mitsubishi Motors. Keduanya mencatatkan penjualan masing-masing 2.205 unit dan 313 unit.

Penjualan ritel tersebut mencerminkan kemampuan penjualan riil dari diler kepada konsumen akhir. Karena itu, penjualan ritel kerapkali mencerminkan kondisi pasar secara langsung.

Selebihnya, penjualan ritel semasa pandemi yang masih bertahan disumbangkan kelompok kendaraan komersial seperti Fuso, Isuzu, dan Hino. Ketiga merek tersebut berhasil memanfaatkan peluang pasar berupa kebutuhan kendaraan logistik.

Di sisi lain, secara keseluruhan selama tahun berjalan dari Januari-Mei tahun ini, penjualan ritel mencapai 260.716 unit. Volume itu melorot hingga 40 persen dibandingkan capaian penjualan ritel pada Januari-Mei tahun lalu sebesar 434.466 unit.

Secara rinci, jumlah penjualan ritel masih digenggam Toyota sebagai penguasa pasar. Dari total keseluruhan penjualan ritel selama tahun berjalan, Toyota berhasil menyumbangkan penjualan sebanyak 81.769 unit, atau setara 31,4 persen.

Sama halnya dengan penjualan bulan Mei, peringkat kedua dan ketiga penjualan ritel terbanyak selama periode berjalan dikuasai Daihatsu dan Honda. Masing-masing merengkuh pangsa pasar sebesar 18,4 persen dan 14,7 persen.

Sejalan dengan imbas pandemi, penjualan ritel mengisyaratkan perkiraan pasar hingga Mei turun seturut dengan perkiraan yang dikeluarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Pada tahun ini, Gaikindo mematok penurunan penjualan akibat Covid-19 mencapai 40-50 persen dari target. kbc10

Bagikan artikel ini: