Impor Mei 2020 anjlok 42,2 persen capai US$8,44 miliar

Senin, 15 Juni 2020 | 17:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan angka impor Indonesia mencapai US$8,44 miliar pada Mei 2020. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (Month to Month/MtM) sebesar 32,65% dan anjlok dibandingkan Mei 2019 (year on year) turun 42,2%.

Kepala BPS Suhariyanto menyebut, mayoritas impor Indonesia pada bulan Mei berasal dari China. Seperti bawang putih, transmisi dan laptop.

"Impor dari China selama Mei 2020 kontribusinya sebesar 28,13%. Dan impor utama dari China yakni Bawang Putih transmisi dan laptop," ujar Kecuk, sapaan akrabnya di Kantor BPS Jakarta, Senin (15/6/2020).

Kemudian, lanjut dia, impor kedua berasal dari Amerika Serikat (AS). Beberapa komoditas barang yang diimpor antara lain kacang kedelai (soybean), gandum dan kapas.

"Jadi impor dari negara Asean masih menyumbang 19,81% ke Indonesia. Lalu ada dari Uni Eropa sebesar 7,73%," ungkap dia.

Dia menjelaskan total impor Mei berdasarkan penggunaan barang, impor barang konsumsi selama Januari-Mei mengalami penurunan sebesar 10,32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kemudian, bahan baku dan penolong mengalami penurunan 15,28%.

"Lalu juga barang modal mengalami penurunan 11,75%. Sementara komposisinya tidak berubah 75% impor kita berupa bahan baku penolong, 15,33% merupakan barang modal," pungkas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: