Juli masuki tahun ajaran baru, mayoritas pembelajaran sekolah masih secara daring

Senin, 15 Juni 2020 | 22:09 WIB ET
Mendikbud Nadiem Anwar Makariem
Mendikbud Nadiem Anwar Makariem

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengumumkan proses kurikulum ajaran baru sekolah akan dimulai di Juli 2020 mendatang. Hanya saja, dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan peserta didik dan guru, pemerintah memprioritaskan pola pembelajaran secara daring.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makariem menuturkan, prinsip kebijakan ini mempertimbangkan situasi pandemi Covid-19. Keputusan ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama dan Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Covid-19 guna mempersiapkan panduan pendidikan saat menjalani tatanan kebiasaan baru.

Untuk jumlah peserta didik, terdapat 94% peserta didik yang berada di zona kuning, oranye, dan merah yang tersebar di 429 Kabupaten/kota sehingga mengharuskan peserta didik untuk belajar dari rumah. Sementara itu, peserta didik yang berada di zona hijau hanya berkisar 6% dapat dilakukan secara tatap muka di sekolah.

"Proses pengambilan keputusan dimulainya pembelajaran tatap muka, bagi satuan pendidikan di Kabupaten/Kota dalam zona hijau dilakukan secara sangat ketat dengan persyaratan berlapis," ujar Nadiem dalam video konfrence di Jakarta, Senin (15/6/2020).

Nadiem menambahkan jika tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau dilaksanakan berdasarkan pertimbangan kemampuan peserta didik dalam menerapkan protokol kesehatan.Jadi untuk bulan pertama, saat check list itu sudah terpenuhi, hanya diperkenankan SMA/SMK (sederajat), dan SMP (sederajat). Hanya yang level lebih menengah. SD (sederajat) saat ini belum boleh dipersilakan membuka, harus menunggu dua bulan lagi.

Level PAUD berada di tahap III yang baru boleh dibuka pada bulan ke-5 sejak tahun ajaran baru dimulai. Aturan ini dibuat setelah mendapat masukan dari banyak ahli. "Ini adalah cara yang paling pelan dan bertahap memastikan keamanan murid-murid kami. Kenapa jenjang paling muda kita terakhirkan? Karena bagi mereka sulit melakukan social distancing, interaksi apalagi untuk SD dan PAUD," ujar Nadiem.

Dia menambahkan, apabila ada penambahan kasus atau level risiko daerah naik, maka satuan pendidikan wajib ditutup.

Adapun ,pembelajaran perguruan tinggi tetap dimulai Agustus 2020, tetapi pembelajaran di perguruan tinggi di semua zona masih dilakukan secara daring, jadi secara online. Kendati demikian, pimpinan perguruan tinggi diperbolehkan membuka kampus untuk aktivitas prioritas. “Aktivitas prioritas adalah aktivitas yang sangat berhubungan dengan kelulusannya mahasiswa yang sulit sekali dilakukan secara daring," kata Nadiem.

Nadiem mencontohkan, penggunaan di laboratorium, studio, atau bengkel untuk skripsi, tesis, atau disertasi. Keputusan ini diambil agar kelulusan mahasiswa tertunda dan mengakibatkan masalah lainnya.

Menurut Nadiem, untuk daerah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah, dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Satuan pendidikan pada zona-zona tersebut tetap melanjutkan belajar dari rumah.

Nadiem menegaskan, proses pengambilan keputusan dimulainya pembelajaran tatap muka bagi satuan pendidikan di kabupaten/kota dalam zona hijau dilakukan secara sangat ketat dengan persyaratan berlapis.Keberadaan satuan pendidikan di zona hijau menjadi syarat pertama dan utama yang wajib dipenuhi bagi satuan pendidikan yang akan melakukan pembelajaran tatap muka.

Persyaratan kedua, adalah jika pemerintah daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin.Ketiga, jika satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka.

Keempat orang tua/wali menyetujui putra/putrinya melakukan pembelajaran tatap muka pendidikan. "Jika salah satu dari empat syarat tidak terpenuhi, peserta didik melanjutkan belajar secara penuh di rumah," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: