Terimbas Covid-19, Grab PHK 360 karyawan

Selasa, 16 Juni 2020 | 21:54 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Grab memutuskan untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 360 karyawan. Jumlah tersebut kurang dari 5 persen terhadap jumlah karyawan transportasi daring tersebut.

Keputusan PHK ini disampaikan kepada karyawan terdampak langsung melalui surat elektronik (email) pada Selasa (16/6/2020), setelah sebelumnya disampaikan kepada seluruh karyawan melalui townhall virtual.

CEO dan Co-Founder Grab Anthony Tan mengatakan, keputusan PHK bukan hal mudah. Namun, setelah mencoba segala kemungkinan untuk menghindari PHK, manajemen harus membuat keputusan demi jutaan mata pencarian orang yang bergantung di era tatanan hidup baru (new norma) di tengah pandemi Covid-19.

Menurut dia, setiap Grabber yang terdampak telah berkontribusi dalam membangun Grab menjadi aplikasi serba bisa seperti sekarang ini. Karenanya, ia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada karyawan terdampak dan seluruh karyawan pada umumnya.

"Kami sungguh meminta maaf atas apa yang terjadi hari ini. Kepada mereka yang terdampak, kami berutang penjelasan lebih lanjut kepada Anda," tulis Tan dalam pesannya kepada karyawan seperti dikutip, Selasa (16/6/2020).

Dia menuturkan, dampak Covid-19 pada sektor bisnis global, juga dihadapi oleh Grab. Bahkan, dia mengaku melihat jelas kemungkinan pandemi Covid-19 berakibat pada resesi berkepanjangan.

"Selama beberapa bulan terakhir, kami telah meninjau semua komponen biaya, mengurangi pengeluaran, dan menerapkan pemotongan gaji untuk manajemen senior. Walaupun demikian, kami menyadari masih harus menjadi organisasi yang lebih ramping untuk mengatasi tantangan ekonomi pasca pandemi," ungkap Tan.

Oleh karenanya, sambung dia, manajemen akan menghentikan beberapa proyek non-esensial, mengkonsolidasikan fungsi-fungsi di perusahaan untuk efisiensi yang lebih besar, serta membentuk ukuran tim yang tepat untuk menyesuaikan kebutuhan bisnis.

Tidak hanya itu, Grab juga akan memperkuat layanan pengiriman makanan dan barang, serta mengalokasikan sebagian karyawan ke layanan tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang meningkat di era new normal.

"Kami telah dapat menyelamatkan banyak pekerjaan melalui pemindahan ini dan membantu membatasi ruang lingkup pengurangan pekerja hingga di bawah 5 persen. Saya memastikan tidak akan ada lagi PHK pada tahun ini, dengan menjalankan rencana terbaru," imbuh Tan. kbc10

Bagikan artikel ini: