Pendapatan tergerus 70%, Bluebird kandangkan sebagian armada

Rabu, 17 Juni 2020 | 08:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan transportasi PT Blue Bird Tbk mencatat pendapatan perusahaan yang anjlok hingga 70% di bulan April 2020 lalu akibat pandemi virus Corona (Covid-19).

"Februari alhamdulillah Bluebird revenue-nya lebih baik dibandingkan tahun lalu. Tetapi ternyata pada bulan Maret langsung turun 50%, bulan April langsung turun 70%. Jadi kita memang menghadapi suatu krisis yang real," kata CEO PT Blue Bird Tbk Noni Purnomo dalam webinar Studium Generale Binus University, Selasa (16/6/2020).

Dengan kondisi tersebut, sebut dia, Bluebird mau tak mau mengurangi jumlah armada. Namun, menurut Noni, Bluebird tetap harus membuka layanan taksinya.

"Itu kita harus tetap bisa melayani meskipun jumlah armada kita jauh berkurang. Oleh sebab itu banyak hal yang kita lakukan," ujar Noni.

Pasalnya, ia membeberkan sebanyak 40.000 pengemudi dan karyawan lainnya menggantungkan nasib pada perusahaan.

"Kenapa kita hrs tetap survive? Karena kita punya tanggungan banyak sekali, 40.000 pengemudi dan karyawan yang bernaung, dan juga pelanggan kita yang setiap hari meskipun selama PSBB harus tetap melakukan perjalanannya seperti paramedis dan sebagainya," terang dia.

Di tengah pandemi ini, Bluebird tetap beroperasi dengan terus meningkatkan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Salah satunya ialah meningkatkan pembayaran non tunai di setiap armadanya.

"Meskipun masih banyak pelanggan yang cash, tapi kita langsung fokus pindahkan sebanyak mungkin ke cashless, baik itu dengan cara QRIS, menginstal banyak EDC sehingga kalau punya app dan tidak punya QRIS masih bisa pakai credit card. Kemudian enhance integrasi-integrasi payment di dalam aplikasi My Bluebird. Jadi banyak hal yang kita lakukan, salah satunya Go Digital Cashless," pungkas Noni. kbc10

Bagikan artikel ini: