Apical optimis kuasai pasar minyak sawit segmen industri domestik

Kamis, 18 Juni 2020 | 09:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Asianagro Jaya (Apical Ltd )  Marunda optimis mampu memimpin pangsa pasar produk minyak sawit bagi pelanggan industri. Meski penyebaran pandemi covid 19 terus berlangsung, kapasitas produksi perusahaan tetap sebesar 2.400 metrik ton (MT) /hari.

R& D Apical Marunda Fajar Mahendra menuturkan Apical merupakan produsen pengolahan dan pengekspor minyak sawit (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya mencakup pangan (minyak goreng), olekimia  dan biodisel. Produknya dipasarkan baik domestik juga ekspor.

“Saya kira karena minyak goreng dan produk turunannya merupakan kebutuhan pokok.Boleh dibilang belum ada dampakya (Covid-19). Selama ini kita masih full capacity terutama untuk menyuplai ke industri-industri,” ujar Fajar dalam webinar Sehat Bersama Minyak Kelapa Sawit di Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Apical , kata Fajar menyuplai minyak sawit dan produk turunan bagi industri di Tanah Air baik untuk pangan dan non pangan .Salah satunya, memasok untuk kebutuhan bahan baku bagi PT Unilever Indonesia (produk sabun dan shampo). Pelanggan industri tersebut sebagian besar berada di Jawa Timur hingga Marunda, Jakarta.

“Untuk industri kita memang leading. Kemudian untuk brand supermarket, beberapa sudah masuk dan segera masuk ke pasar yang lebih kecil seperti Alfamart dan indomart,” terang Fajar.

Fajar menambahkan minyak sawit dapat ditemukan di pelbagai produk sehari hari. Selain dalam bentuk minyak goreng cair, minyak kelapa sawit juga berbentuk semi padat dan padat (margarine) yang menjadi salah satu bahan dalam pembuatan ice cream, olahan roti dan olahan cokelat.

“Kalau tekstur minyak goreng semi padat dan padat memiliki keunggulan dibandingkan minyak goreng cair yakni makanan lebih renyah, cepat matang ,tidak terlalu menyerap ke dalam makanan. Tahan lama. Contohnya fried chicken atau donut. Teksturnya kan halus dan lembut, lebih enak dirasakan di dalam mulut,” bebernya.

Keunggulan minyak jenis semi padat dan padat lainnya, sambung Fajar dapat digunakan menggoreng sampai 20-25 kali. Sementara minyak goreng biasa yang digunakan rumah tangga maksimal digunakan sebanyak 3- 5 kali.

GM Apical Marunda Lim Teck Guan menerangkan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui sebenarnya keuntungan dari minyak sawit bagi kesehatan. Berdasarkan riset , minyak kelapa sawit mengadung lemak seimbang, antara asam lemak tak jenuh dan asam lemak jenuhi dibanding minyak nabati lainnya. Sepertihalnya karbohidrat dan protein, lemak merupakan sumber energi yang sangat dibutuhkan dalam asupan tiap hari. “Lemak salah satu elemen dalam gaya hidup diet yang sehat,”paparnya.

Berkaitan produksi minyak sawit , Apical Marunda sekitar 80% dipasarkan untuk konsumsi domestik. Sisanya , yakni 20% untuk ekspor. "Untuk pabrik di Marunda masih dominan suplai ke makanan. Di masa pandemi ini ekspor juga masih jalan, tidak ada masalah," ujarnya.

Dia menjelaskan produktivitas satu pohon kelapa sawit rerata menghasilkan minyak mencapai 40 kg.Sementara setiap buah mengandung sekitar 30 % minyak sawit.

Untuk memproduksi 1 ton minyak nabati, minyak sawit hanya memerlukan lahan 0,26 hektare (ha). Sementara minyak bunga matahari membutuhkan lahan 1,43 ha. Bahkan kacang kedelai butuh lahan hingga 2 ha.

Artinya dibutuhkan lahan lebih dari delapan kali lipat luas untuk tanaman lainnya menghasilkan 1 ton minyak nabati. Karenanya tanaman sawit jauh lebih efisien dibandingkan tanaman minyak nabati lainnya.kbc11

Bagikan artikel ini: