Inovasi ini bisa dijalankan pebisnis restoran dan hotel saat new normal

Jum'at, 19 Juni 2020 | 09:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sejumlah negara tengah mengandalkan beragam inovasi menghadapi era new normal di industri hotel dan restoran. Di Belanda misalnya, sebuah restoran memboyong robot sebagai staf baru, menggantikan pramusaji yang bolak-balik mengantarkan minuman untuk para tamu. Robot dikerahkan untuk mengurangi kontak fisik dengan staf manusia di restoran.

Bagaimana dengan hotel dan restoran di Indonesia? 

"Secara keseluruhan, penggunaan teknologi dalam operasional yang berubah banyak tidak ada, yang berubah protokolnya saja," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Hariyadi Sukamdani dalam konferensi pers daring, Rabu (17/6/2020).

Dia menjelaskan, standar protokol kesehatan untuk hotel dan restoran telah disebarkan sejak awal Juni. Menjaga jarak aman satu meter dengan orang lain adalah salah satu peraturan yang harus ditepati, ini berhubungan dengan aturan mengurangi kapasitas restoran dan hotel selama fase normal baru.

Selain itu, menyediakan tempat untuk mencuci tangan dan hand sanitizer di area publik. Frekuensi disinfeksi pun semakin diperbanyak dalam sehari untuk menekan risiko penularan virus.

COO Artotel Group Eduard Rudolf Pangkerego menambahkan, ada dua jenis teknologi, yakni teknologi yang bisa menggantikan orang serta teknologi yang memudahkan sistem beroperasi. Menurut Eduard, yang dicari saat ini adalah teknologi yang memudahkan sistem untuk beroperasi.

Pada fase normal baru, teknologi yang bisa meminimalisasi kontak fisik dapat membantu di tengah protokol kesehatan di mana pembatasan jarak sangat ditekankan untuk mencegah penyebaran virus. "Sesederhana baca menu, pakai scan QR code untuk memunculkan menu, juga contactless hand sanitizer," kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: