Kecepatan beradaptasi, kunci keberhasilan kaum perempuan di tengah pandemi

Sabtu, 20 Juni 2020 | 02:44 WIB ET
Dari kiri; Margaret Srijaya, Dellie Threesyadinda, dan Juliana Eva Wati.
Dari kiri; Margaret Srijaya, Dellie Threesyadinda, dan Juliana Eva Wati.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Tak dapat dipungkiri pandemi Covid-19 membawa pengaruh ke sektor usaha, tanpa terkecuali di Indonesia.

Kekhawatiran dirasakan oleh hampir semua manusia di seluruh penjuru dunia. Para pemimpin perusahaan dituntut untuk berdiri tegar di barisan terdepan di masa pandemi agar usahanya tak semakin mundur dan membawa korban pemangkasan pekerja.

Pun demikian dengan kaum perempuan yang tak bisa dipandang sebelah mata. Seiring dengan meningkatnya peran mereka di segala sektor, baik ekonomi, pemerintahan, olahraga dan bidang lainnya, kreativitas kaum perempuan juga diuji di masa pandemi kali ini.

Menurut Founder Womenpreneur.id, Margaret Srijaya, pandemi Covid-19 memang cukup mengganggu bisnis yang selama ini dirintis. Selama ini sejumlah usaha memang dijalankan wanita Surabaya ini, mulai gedung perkantoran dan pertemuan, bakery, hingga hotel.

"Untuk bakery, otomatis tutup menyusul adanya penerapan PSBB. Yang kami lakukan, adalah dengan membuka online groceries melalui aplikasi kangenpasar yang bekerjasama dengan restoran lain. Kami juga merintis jasa antar makanan premium antar kota. Intinya dalam kondisi terjepit kita harus dituntut kreatif," jelasnya dalam webinar bertajuk 'Bukan Konco Wingking - Peran Perempuan Menjaga Ekonomi di Masa Pandemi' yang digelar Kadin Surabaya bersama Kabarbisnis, Jumat (19/6/2020).

Usaha hotel yang dikelolanya, diakui Margaret, bahkan lebih parah karena okupansi yang biasanya sekitar 80% saat pandemi tinggal 0%. Dia pun memutar otak agar tak mengalami kerugian besar. Hotelnya di Bali pun diajukan sebagai tempat karantina atau isolasi mandiri bagi pekerja migran. Sedang hotel di Surabaya dimanfaatkan sebagai private office.

Tak hanya itu, permintaan wedding di Gedung Srijaya yang sebelum adanya pandemi Covid-19 lalu sudah ada sebanyak 57 permintaan, harus dibatalkan akibat krisis global tersebut. Untungnya, pihaknya cepat berinovasi dengan menyesuaikan kondisi pandemi dan masa new normal, dengan menerapkan social dan physical distancing, sistem registrasi tamu undangan yang serba digital, hingga menu makanan yang bisa dibawa pulang. Hasilnya, beberapa permintaan wedding masuk.

"Ini untuk menekan operational cost," tukas wanita yang juga menjabat Ketua Komite Tetap Pemberdayaan Perempuan Kadin Surabaya.

Ditambahkan Margaret, tiga kunci utama yang bisa dijalankan kaum perempuan agar bisa bertahan di tengah pandemi. Yakni solutif, adaptif, dan positif.

Kaum perempuan, lanjutnya, dituntut mampu mengelola keuangan, baik pemasukan maupun pengeluaran, dengan membuat perencanaan yang matang, termasuk menyisihkan dana untuk solusi keadaan darurat.

"Perempuan pengusaha juga harus cepat beradaptasi atau adaptif dalam hal membaca peluang pasar, utamanya terkait kebutuhan yang ada di sekitar terlebih dulu," jelas Margaret.

Sementara terkait masa new normal, pihaknya menyatakan banyak hal baru yang berbeda dengan sebelumnya. "Saya yakin akan banyak yang berubahbaik dalam aktivitas maupun usaha," ujarnya.

Tetap aktif dan kreatif

Tak hanya sektor ekonomi, segala hal yang berkaitan dengan kegiatan atau mengumpulkan massa juga terkena imbas pandemi Covid-19. Salah satunya adalah kegiatan olah raga. namun demikian, sebagai seorang atlet, Dellie Threesyadinda tak patah semangat dalam menjalankan latihan yang berkaitan dengan aktivitas olahraga maupun bisnis yang ditekuninya.

"Adaptasi dengan keadaan yang terpenting. Tentu ini butuh inovasi, baik saat latihan sendiri di rumah, atau bisnis dalam hal ini yang berkaitan dengan ekonomi," jelas Dellie yang juga menjadi narasumber dalam webinar ini.

Dikatakannya, di tengah pandemi yang mengharuskan segala aktivitas resmi olahraga harus dihentikan sementara hal utama harus ada adalah tetap aktif, kreatif serta produktif. Selain tetap menjalankan latihan di rumah, melakukan penjualan pernik dan peralatan yang berkaitan dengan olahraga panahan yang digelutinya secara online.

"Kami bersyukur minat anak-anak muda menekuni olahraga panahan terus meningkat, sehingga kebutuhan akan perlengkapan juga tetap ada, selain juga melakukan sharing bersama atlet panahan pelajar," ulasnya.

Kedua, lanjut atlet panahan tingkat nasional tersebut, adalah inovatif dan adaptif. Menurut Dellie, sebagai wujud kepedulian dalam membantu penanganan Covid-19, beberapa waktu lalu pihaknya melelang jersey yang hasilnya didonasikan untuk penanganan Covid-19.

Inovasi lain yang tetap dijalankan adalah agar kegiatan bisnis yang selama masa pandemi ini tak bisa dijalankan, seperti bisnis Archery Battle Legend, atau even-even yang mengundang atlet panahan, disiasati dengan kegiatan virtual.

"Dan terakhir adalah kolaborasi dengan pihak lain, misalnya pemerintah, terutama terkait protokol kesehatan dalam kegiatan olahraga. Bagaimana kita bisa menjalankan aktivitas di masa new normal ke depan," ujar Dellie.

Di bagian lain, Juliana Eva Wati yang merupakan anggota termuda DPRD Kota Surabaya menuturkan, peran perempuan tak bisa dianggap remeh, terutama dalam perputaran ekonomi di sektor pasar. Hal ini kian memudahkan peran kaum perempuan dalam hal penjualan secara daring.

"Dan dari data yang ada, permintaan sektor pangan mengalami kenaikan di masa pandemi. Ini selain adanya peran kaum perempuan, juga sisi positifnya banyak aksi sosial dimana banyak masyarakat yang menggelar aksi sosial dengan bagi-bagi sembako," ulas Jeje, sapaan akrab Juliana.

Dijelaskannya, sama dengan para wirausaha, perempuan legislator juga tetap berperan di tengah pandemi. Selain melakukan pengawasan dan koordinasi kedinasan terkait alokasi anggaran penanganan Covid-19, menetapkan aturan percepatan penanganan Covid-19, melakukan misi kemanusiaan, hingga menciptakan peluang kerja baru melalui komunikasi virtual, dan sebagainya.

"Kami juga terus aktif meski di tengah pandemi, misalnya dengan memaksimalkan link-link bisnis, pelatihan kerja secara daring, pengelolaan sosial media dengan membaca peluang bisnis guna membantu semua pihak, serta tetap menjalankan pola hidup bersih dan sehat," pungkasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: