Siapkan diri! Skill ini dibutuhkan di masa new normal

Senin, 22 Juni 2020 | 08:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Era kenormalan baru alias new normal di masa pandemi Covid-19 membuat banyak hal berubah, mulai dari kehidupan sehari-hari hingga aktivitas bekerja. Di era normal baru ini, dunia kerja pun membutuhkan skill atau keterampilan tambahan.

CEO dan Co-Founder TopKarir, Bayu Janitra Wirjoatmodjo menjelaskan, ada empat kemampuan baru yang perlu dimiliki bagi pekerja dalam menghadapi new normal.

"Kalau untuk yang saat ini masih bekerja, beberapa skill yang memang harus dipegang, pertama itu adalah skill terkait sama Covid-19. Ini kan lebih ke protokoler kesehatan ya. Nah itu kan membutuhkan juga pengetahuan dan penerapan. Jadi kita menyebutnya itu skill kan sebenarnya. Itu satu," katanya seperti dikutip, Minggu (21/6/2020).

Lalu yang kedua adalah mengelaborasi pekerjaan yang tadinya bersifat konvensional atau offline menjadi bersifat online. Sebagai contoh, dia menjelaskan semenjak ada pandemi Covid-19 dan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagian pekerjaan kini dilakukan secara online.

Oleh karena itu kemampuan terkait hal di atas juga dibutuhkan di era new normal seperti sekarang ini.

"Sekarang harus sudah mulai menguasai online. Jadi ini standar baru karena saya lihat banyak perusahaan yang mulai juga menerapkan sebenarnya nggak full offline. Jadi mulai diatur ada tiga hari kantor, dua hari work from home," ujarnya.

Lanjut dia, skill ketiga yang harus dimiliki adalah kemampuan untuk mempelajari hal-hal baru dengan cepat.

"Jadi belajar itu ada skillnya juga. Jadi belajar itu ada tekniknya ya, itu membutuhkan skill juga dan teknik pembelajaran itu memang ada. Jadi kalau yang saya lihat sekarang di era new normal ini kan sebenarnya belum ada standar baku (misalnya) bagaimana perusahaan itu bertransaksi ya. Kan penerapannya beda-beda ya, ada yang modelnya dibuat shift, ada yang modelnya dibuat kayak tadi misalnya dari 5 hari, 3 hari kerja, 2 hari off (work from home)," jelasnya.

Yang terakhir adalah skill dalam menguasai teknologi digital, entah itu sosial media maupun perangkat-perangkat digital lainnya.

"Yang terakhir adalah bagaimana mengutilisasi kemampuan digital kita. Jadi pengetahuan tentang digital seperti penguasaan sosial media, terus penguasaan tools-tools yang sifatnya untuk lebih ke kayak media lah," tambahnya. kbc10

Bagikan artikel ini: