Atur ketat pasar tradisional dan mal, Risma: Ada satu yang positif, saya tutup!

Rabu, 24 Juni 2020 | 11:12 WIB ET
Walikota Surabaya Tri Rismaharini
Walikota Surabaya Tri Rismaharini

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan aturan ketat di pasar tradisional serta pusat perbelanjaan guna menekan penyebaran Covid-19. Aturan tersebut mengatur cara berjualan dan cara membayar.

"Kami gunakan alat seperti ini (nampan) untuk taruh uang. Lalu di depan kios ada sekat plastik pemisah," ujar Walikota Surabaya Tri Rismaharini melalui konferensi pers daring BNPB pada Selasa (23/6/2020).

Selain itu, lanjut dia, pembeli tidak diperbolehkan memegang sayuran atau barang dagangan. Warga hanya boleh menunjuk atau memberikan catatan belanja mereka kepada pedagang.

Tak hanya itu, Risma, sapaan akrab Tri Rismaharini, juga mengatur alur keluar masuk warga. "Jadi dibuat satu arah, tidak berpapasan," ucap dia.

Lebih Lanjut, Risma menyebut jika pengelola pasar membentuk satuan tugas secara inisiatif untuk mengawasi. Sebab, ia mengancam akan menutup pasar jika ada satu orang, baik pedagang maupun warga, yang memiliki gejala atau sampai terkonfirmasi positif Covid-19.

"Begitu ada positif satu, maka saya tutup semua. Begitu juga di mal, sampai bisa kami cabut izinnya," kata Risma.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga 22 Juni 2020, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Timur mencapai 9.857 kasus. Dari angka itu, 2.855 pasien sembuh dan 728 pasie meninggal.kbc10

Bagikan artikel ini: