Dampak pandemi ke wirausaha, banyak yang gugur namun ada yang makin subur

Rabu, 24 Juni 2020 | 17:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi virus corona (Covid-19) telah menghempas sektor bisnis secara global. Di satu sisi krisis ini menghancurkan berbagai bidang usaha, namun di sisi lain kondisi ini membuat banyak celah baru sebagai prospek yang menjanjikan di masa depan.

Ketika sumber keuangan mengering, lebih dari 40% usaha baru akan jatuh ke dalam apa yang disebut "zona merah" dengan hanya cukup uang tunai untuk mempertahankan operasional kurang dari tiga bulan.

World Economic Forum (WEF) melaporkan bahwa sejak awal krisis, lebih dari 70 persen perusahaan rintisan harus mengakhiri kontrak karyawan penuh waktu demi menjaga agar perusahaan tidak tenggelam.

"Namun, ketika sejumlah besar start-up telah menderita selama pandemi, Covid-19 juga menyebabkan peningkatan aktivitas kewirausahaan," seperti dikutip dari situs web WEF, Selasa (23/6/2020).

Perusahaan dan individu di seluruh dunia telah bersatu untuk merespons, dan jika mungkin, mengatasi krisis ini.

Dari penyelenggara festival musik yang kini mengorganizir pengadaan rumah duka temporer hingga perusahaan otomotif yang memutar kegiatan pabrik menjadi produsen ventilator yang sangat dibutuhkan.

Namun di sisi lain, pandemi justru telah meningkatan kreativitas sejumlah orang dalam berbisnis.

Pebisnis dan perusahaan orang-orang dan perusahaan telah menyusun ide-ide baru untuk menanggapi kebutuhan yang ada atau yang pemenuhan kebutuhan yang tidak cukup ditangani oleh pemerintah dan lembaga yang berkuasa.

Gambaran tentang bagaimana wirausahawan dan sistem mereka terpengaruh oleh pandemi jauh lebih kompleks dari yang dibayangkan, satu hal yang pasti adalah bagaimana bentuknya hari ini akan memiliki efek jangka panjang.

"Krisis Covid-19 saat ini juga menunjukkan pentingnya usaha kecil dengan pendekatan inovasi yang lebih canggih," tulis WEF.

Sementara sebagian besar perusahaan rintisan mungkin melihat pengalihan fokus bisnis sebagai peluang atau solusi jangka pendek, hal ini tetap merupakan strategi bertahan hidup yang fundamental dan peluang pertumbuhan bagi ekonomi dan industri negara.

Dengan demikian, untuk mengambil keuntungan dari potensi wirausaha, pemerintah dan lembaga pendukung lainnya harus mengembangkan langkah-langkah yang tepat untuk mendukung kewirausahaan semacam ini.

Misalnya, pengadaan publik dapat membantu perusahaan rintisan untuk mendapatkan akses pasar yang berguna untuk membangun reputasi sehingga usaha mereka dipandang sebagai mitra bisnis yang sah.

"Perubahan yang kita amati hari ini mungkin merupakan pedang bermata dua," ujar organisasi internasional tersebut.

Beberapa mungkin berpendapat bahwa krisis dapat berdampak negatif terhadap kewirausahaan, yang lain mungkin menyarankan bahwa perubahan yang kita amati saat ini dapat mengubah persepsi kewirausahaan menjadi lebih baik.

Namun, apa yang kita saksikan hari ini sesungguhnya adalah potensi untuk mendemokrasikan kewirausahaan dan menciptakan model peran kewirausahaan baru yang lebih mudah dikenali oleh orang.

Perubahan ini pada akhirnya dapat memicu lebih banyak orang untuk memulai bisnis mereka sendiri.

Dengan begitu banyak lembaga besar melepaskan karyawan yang berbakat dan berkualitas, mungkin krisis ini dan dampak setelahnya akan mendorong lebih banyak orang untuk mengambil risiko yang terkait dengan kewirausahaan. kbc10

Bagikan artikel ini: