HIPMI siap jadi pelopor pacu ekonomi desa di era new normal

Kamis, 25 Juni 2020 | 17:22 WIB ET
Ali Affandi
Ali Affandi

SURABAYA – Kalangan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) siap menjadi pelopor kebangkitan ekonomi di era new normal. Ekonomi perdesaan harus digerakkan agar kembali produktif sekaligus aman dari Covid-19.

”Kami di HIPMI sangat sepakat bahwa pandemi ini adalah momentum untuk menggenjot inovasi produk desa. Peluang untuk memacu pemasaran produk-produk desa yang kaya manfaat terutama berbagai olahan pangan, baik untuk distribusi se-Indonesia maupun ekspor. Teman-teman HIPMI siap memberi contoh bahwa kita hanya mengonsumsi produk desa, bukan produk impor,” ujar Ketua Bidang Tata Ruang, PU, dan Pembangunan Desa BPP HIPMI, Muhammad Ali Affandi, Kamis (25/6/2020).

Andi, sapaan akrab Ali Affandi, menyampaikan hal tersebut dalam pembukaan webinar bertajuk ”Pengembangan Ekonomi Pedesaaan Melalui Percepatan Pembangunan Infrastruktur Dalam Menghadapi Kehidupan New Normal Sebagai Upaya Peningkatan Daya Saing Ekonomi Pedesaan”. Webinar digelar oleh BPP HIPMI.

Hadir sebagai pembicara Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi dan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO) yang juga Bupati Panajam Paser Utara, Abdul Gafur Masud. Turut hadir Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H. Maming dan jajaran HIPMI se-Indonesia.

Andi mengatakan, desa mempunyai potensi ekonomi yang luar biasa. Dengan jumlahnya mencapai lebih dari 75.000 desa se-Indonesia, kawasan tersebut menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional.

”Makanya kita siap menggalang sebuah aksi kolaborasi, yaitu semacam gerakan HIPMI Kembali ke Desa. Dari hulu ke hilir, teman-teman HIPMI siap berkolaborasi,” ujar Andi.

Dia mencontohkan, upaya hilirisasi pertanian, di mana HIPMI bisa bekerja sama dengan BUMDes untuk menciptakan nilai tambah hasil panen rakyat di desa. ”Dengan HIPMI berkolaborasi di bidang hilirisasi, maka akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat perdesaan. Goal-nya tentu saja meningkatkan derajat ekonomi perdesaan,” jelas mantan ketua HIPMI Jawa Timur itu.

HIPMI, sambung Andi, juga siap mendorong peningkatan kualitas pengusaha muda di desa. Termasuk menggalang gerakan kewirausahaan di desa agar semakin banyak anak muda yang berani terjun berwirausaha.

”Desa ini kan banyak sekali potensinya. Jadi jangan anak-anak muda desa berbondong-bondong urbanisasi ke kota. HIPMI bisa bikin inkubasi bisnis bagi anak-anak muda desa untuk mendesain lahirnya entrepreneur baru di kampung-kampung, di desa-desa,” ujar Andi. kbc9

Bagikan artikel ini: