UMKM terdampak Covid-19 direkomendasikan masuk perluasan kartu prakerja

Jum'at, 26 Juni 2020 | 10:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah tengah memperluas peserta Kartu Prakerja, diantaranya dengan mengikutsertakan wirausahawan. Aturan ini masuk dalam revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 36 Tahun 2020 Tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja.

Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM), Arif Rahman Hakim menuturkan, bahwa pihaknya bukan sebagai pelaksana pelatihan dari kartu prakerja yang nanti memberikan kesempatan para wirausahawan sebagai peserta.

Kemenkop dan UKM dijelaskan Arif hanya merekomendasikan para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19 kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

"Modelnya Prakerja itukan mereka sudah ada lembaga pelatihannya ada marketplace. Kalau kami dari Kementerian Koperasi dan UKM terkait Kartu Prakerja, kami nanti hanya rekomendasikan usaha mikro dan usaha kecil yang terdampak Covid-19 untuk dapatkan Kartu Prakerja. Itu dari sisi keterlibatan kita ya kalau di Kartu Prakerja, lebih ke rekomendasi data kami," Arif, Kamis (25/6/2020).

Mengenai pelatihan kepada para wirausaha, Kementerian Koperasi dan UKM disebut Arif memiliki program sendiri yaitu, Edukukm.id. Edukukm.id adalah portal pembelajaran secara online, yang menyajikan berbagai macam informasi dan pengetahuan khususnya bagi sektor Koperasi dan UKM, serta memberikan bekal dan ketrampilan kepada para pelaku Koperasi dan UKM secara gratis.

"Jadi kami dengan dana yang terbatas dioptimalkan menjawab permasalahan yang ada di usaha mikro dan kecil. Selama pandemi kemarin kita dapat data dari call center kita itu mereka mayoritas alami penurunan omzet karena belum terhubung dengan pemasaran digital. Di situ kami juga lakukan pelatihan pemasaran digital, yang terhubung dengan marketplace," jelasnya.

Arif menjelaskan di edukukm.id juga terdapat pelatihan vokasional yang memberikan bekal keterampilan bagi para pelaku usaha. Misalnya saja Arif menceritakan, ada pelaku usaha yang mengeluhkan tidak terserapnya hasil budidaya lele mereka oleh pasar lantaran pandemi. Maka dari permasalahan itu dibuatlah pelatihan yang membantu inovasi dari hasil budidaya itu. .

"Kami koordinasi kita ada LLP-KUKM, peserta kita dampingi dan hubungkan dengan marketplace, kita sudah ada kerjasama dengan Blibli, lalu Lazada. Setelah dilatih mereka dihubungkan dengan marketplace," kata Arif.

Terkait Kartu Prakerja, Arif menambahkan pihaknya sudah mengusulkan sekitar 1,4 juta data UMKM terdampak pandemi ke Kementerian Bidang Perekonomian pada waktu lalu. Di Kemenkop dan UKM sendiri disebut Arif sudah banyak asosiasi, pegiat UKM dan Koperasi melaporkan data anggotanya yang terdampak.

"Data kami laporkan ke Kemenko Perekonomian dan usulkan supaya mereka dapat Kartu Prakerja, kita usulkan kemarin sampai 1,4 jua yang masuk di kita, kita kirimkan ke sana. Tapi Prakerja ini kan ada daftar online, ada sistemnya dan lainnya, jadi kami infokan ke koordinator buat UMKM mereka daftar. Kami hanya rekomendasi data buat perkuat saja," ungkap Arif. kbc10

Bagikan artikel ini: