Genjot ekspor di tengah pandemi, ini strategi Kemendag

Jum'at, 26 Juni 2020 | 11:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya menggenjot nilai ekspor Indonesia demi meningkatkan surplus neraca perdagangan Indonesia akibat terganggu pandemi Covid-19. 

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, pandemi Covid-19 telah memberikan beberapa dampak dan tantangan baru bagi perdagangan global, termasuk Indonesia. Untuk itu diperlukan terobosan dan stimulus guna memacu pertumbuhan ekonomi kembali stabil, salah satunya memperkuat merek lokal di pasar global. 

“Indonesia merupakan negara penggerak ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan penghasil merek ternama dunia yang memiliki kekuatan pasar tersendiri. Produk Indonesia telah terbukti mampu bersaing dengan produk yang dihasilkan negara lain," katanya melalui siaran pers, Kamis (25/6/2020).

Maka, lanjutnya, pemerintah mendorong ide kreatif setiap pelaku usaha agar dapat terus memanfaatkan peluang di pasar global. Mendag berharap semua ide dan kreativitas tim pengembangan bisnis berbagai produk

Indonesia dapat berkontribusi memulihkan ekonomi dan menstabilkan kinerja ekspor di masa pandemi Covid-19. 

“Dalam mendukung merek lokal berkiprah di kancah global ini, Kemendag telah melakukan promosi produk melalui misi dagang dan pemeran internasional dan memfasilitasi desain produk ekspor. Kemudian memaksimalkan peran perwakilan perdagangan di luar negeri sebagai agen pemasaran,” jelas Agus.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Kasan menambahkan, banyak produk 100 persen Indonesia yang telah berhasil mendunia. Di antaranya merek GT Radial dari PT Gajah Tunggal, Kopiko dan Kopi Torabika dari PT Mayora, dan Paper One dari APRIL Group. 

"Mereka berhasil membangun merek global dan bersaing di berbagai regional seperti Amerika, Eropa, Asia termasuk Timur Tengah, Australia, dan Afrika,” ujar Kasan.

Guna menggenjot nilai ekspor Indonesia yang turut terdampak Covid-19, Kemendag juga menerapkan berbagai kebijakan strategis di bidang ekspor dan impor. Ini diharapkan bisa mendukung kelancaran produk lokal merambah pasar internasional. 

Kebijakan strategis tersebut juga termasuk memberikan pelatihan kepada calon eksportir baru secara virtual selama masa pandemi. Kemudian mengusulkan insentif berupa asuransi atau kredit ekspor bagi eksportir terdampak Covid-19.

Pada periode Januari sampai Mei 2020, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar US$4,31 miliar. Kontributor terbesar yakni surplus nonmigas sebesar US$7,67 miliar. Pada periode tersebut pula, ekspor Indonesia mencapai 64,46 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor nonmigas sebesar US$60,97 miliar. Pertumbuhan ekspor itu, disumbang oleh ekspor produk bahan bakar mineral sebesar US$8,13 miliar, serta produk lemak dan minyak hewani atau nabati sebesar US$7,51 miliar. kbc10

Bagikan artikel ini: