Bank Mandiri klaim sudah pangkas suku bunga kredit 36 bps di kuartal I

Senin, 29 Juni 2020 | 09:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengklaim telah melakukan penyesuaian bunga kredit pada kuartal I/2020 untuk mengikuti kebijakan penurunan suku bunga acuan yang dilakukan Bank Indonesia (BI).

Meski begitu, bank pelat merah ini melihat masih ada peluang untuk penurunan bunga kredit sampai akhir tahun setelah terkahir bunga acuan kembali dipangkas baru-baru ini.

BI sejak tahun lalu aktif memangkas bunga acuannya. Tahun ini, BI sudah tiga kali menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) dari 5% di awal tahun jadi 4,25%. Pertama diturunkan 25 basis poin (bps) pada Februari, menyusul 25 bps di Maret dan terakhir 25 bos lagi pada 18 Juni.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan, secara kuartalan, tren bunga kredit Bank Mandiri yang tercermin dari yield kredit di kuartal I 2020 telah menunjukkan penurunaan sebesar 36 bps dibanding kuartal IV 2019. "Penurunan ini terjadi hampir di seluruh segmen, terutama segmen yang menerapkan suku bunga reference rate terhadap benchmark rate," katanya pada Kontan.co.id.

Secara periodik, Bank Mandiri melakukan review suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan mempertimbangkan suku bunga pasar. Hery bilang, pad aawal tahun SBDK pada segmen di luar ritel, mikro dan konsumtif telah diturunkan sebesar 5 bps - 50 bps. Kemudian, Bank Mandiri kembali menurunkan SBDK 50 bps mengikuti penurunan BI rate.

SBDK khususnya untuk kredit ritel, mikro dan konsumtif pada kuartal I belum berubah karena sudah diturunkan pada akhir tahun 2019. Tetapi seiring dengan penurunan BI rate, Bank Mandiri akan terus melakukan review untuk melihat peluang penurunan SBDK lebih lanjut dengan tetap memperhatikan suku bunga bank pesaing dan tingkat efisiensi bank.

Hery melihat, suku acuan BI masih memiliki peluang turun hingga ke 4% hingga akhir tahun. Dengan demikian, bunga DPK dan kredit Industri perbankan masih dimungkinkan untuk turun juga.

"Secara internal, kondisi likuiditas Bank Mandiri dalam keadaan kuat. Diiringi dengan portfolio kredit dan DPK yang terdiversifikasi dengan baik, kami optimis untuk dapat mendukung langkah pemerintah dalam memberikan stimulus ekonomi termasuk kebijakan dalam menurunan suku bunga," jelas Hery.

Tahun ini, Bank Mandiri menargetkan akan menjaga net interet margin (NIM) 4,4%-4,6%. Salah satu strategi perseroan mencapai itu dengan mempertimbangkan suku bunga acuan, kondisi likuiditas dan pemantauan suku bunga pasar dalam menentukan cost of fund.

"Dengan turunnya suku bunga acuan dan adanya penyesuaian suku bunga di pasar, Bank Mandiri tentunya perlu melakukan penyesuaian terhadap suku bunga yang ditawarkan. Disamping itu, Bank Mandiri juga fokus meningkatkan dana murah agar NIM tetap terjaga," imbuh Hery. kbc10

Bagikan artikel ini: