Diprediksi kurang pasokan, pelaku industri gula berebut bahan baku tebu

Selasa, 30 Juni 2020 | 15:08 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Managemen PTPN XI mengeluhkan adanya upaya tidak sehat dalam memperoleh pasokan bahan baku tebu yang akan diolah di sejumlah Pabrik Gula. Hal ini disinyalir akibat prediksi kurangnya bahan baku tebu sepanjang musim giling 2020.

"Kendala yang kerap ditemui saat ini seperti yang telah diprediksi adalah kekurangan pasokan bahan baku tebu, sehingga ada kompetisi dalam perolehan Bahan Baku Tebu (BBT) antar pelaku industri gula," ujar Direktur PTPN XI Dwi Satrio Annurogo di Surabaya, Senin (29/6/2020) malam.

Hal ini sangat disayangkan karena pola kemitraan dan pembinaan yang selama ini terjalin antar pabrik gula dengan petani, sudah berubah mengarah kepada transaksional. Tebu ditebang dan dikirim ke pabrik gula yang berani membayar lebih tinggi, tanpa memperhitungkan tingkat kemasakan, area binaan serta jarak lahan tebang ke pabrik gula tujuan. 

"Hal tersebut menjadikan kondisi kurang optimal, mengingat tebang belum pada waktunya, jarak tempuh untuk transportasi tebu dari lahan tebang ke pabrik gula yang terlalu jauh menyebabkan turunnya kualitas tebu saat digiling dan pada akhirnya menurunkan produktivitas perolehan produk gula kristal putih," tambahnya.

Untuk itu, lanjut Dwi, permasalahan penurunan lahan tebu di Jawa Timur maupun secara nasional harus menjadi perhatian bersama. Apalagi ada penambahan kapasitas pabrik karena berdirinya pabrik baru serta peningkatan kapasitas beberapa pabrik lama melalui program revitalisasi. 

"Kondisi ini perlu menjadi perhatian dari para pengambil kebijakan serta pemangku kepentingan," tegas Dwi.

Untuk menambah lahan tebu, upaya yang sudah dilakukan PTPN XI antara lain kerjasama dengan Perhutani melalui program agroforestry kebun tebu, selain itu juga melakukan sewa lahan petani. Pembinaan dan kemitraan dengan petani untuk menarik minat petani tetap bertanam komoditas tebu juga menjadi perhatian PTPN XI.

Sementara itu, sesuai dengan kesepakatan bersama pelaku  industri gula Jawa Timur yang difasilitasi oleh Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur sebelumnya terkait penentuan awal giling, serta hasil analisa kemasakan tebu, PT Perkebunan Nusantara XI memulai aktivitas giling minggu pertama Juni 2020. 

Hingga hari giling saat ini realisasi tebu yang digiling sebesar  646 ribu ton atau 15 persen dari target tahun ini. Gula produksi tahun 2020 telah dilakukan beberapa kali pelelangan dengan harga pada lelang terakhir pada kisaran 10.300 perkilogramnya," pungkasnya. kbc6

Bagikan artikel ini: