Menaker sebut 6,88 juta orang RI menganggur

Selasa, 30 Juni 2020 | 15:49 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi virus corona (Covid-19) yang memukul pelaku usaha, membuat jumlah pekerja yang terpaksa harus dirumahkan hingga dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terus meningkat.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, jumlah pekerja yang dirumahkan dan kena PHK saat ini sekitar 1,7 juta orang. Angka itu belum termasuk 1,3 juta orang yang juga terdampak namun proses validasinya masih dilakukan.

"Per 27 Mei menunjukkan secara total pekerja formal noninformal, mayoritas adalah pekerja formal yang masuk datanya ke Kemnaker karena pekerja yang informal itu lebih banyak masuk ke kementerian yang lain seperti Kemenkop UKM, Kemenpar. Ada 1,7 juta mereka yang terdampak, mereka yang di PHK atau yang dirumahkan. Ada juga 1,3 juta yang juga terdampak yang proses validasinya masih kami lakukan," kata Ida dalam webinar Minggu (28/6/2020) malam.

Padahal sebelum adanya Covid-19 yakni Februari 2020, jumlah pengangguran di Indonesia diklaim telah menurun dibanding tahun 2019. Namun dengan adanya pandemi ini membuat angka pengangguran kembali meningkat.

"Sebenarnya data BPS per Februari 2020 menunjukkan angkatan kerja itu 137,91 juta dan sebenarnya pengangguran kita angka pengangguran terbuka kita pada Februari 2020 turun sebenarnya dibanding 2019. Jadi pengangguran kita tinggal 6,88 juta atau sekitar 4,99%," ucapnya.

Ironisnya, pengangguran di Indonesia disumbang oleh angkatan kerja muda dengan pendidikan SMA/SMK ke atas. Sedangkan yang ada saat ini mayoritas pekerja berpendidikan rendah.

"Persentase pekerja sektor informal juga masih mendominasi dengan persentase sebesar 56%. Jadi yang bekerja itu pendidikannya rendah, sementara yang menganggur adalah mereka yang memiliki pendidikan tinggi SMA/SMK, terbesar SMK dan perguruan tinggi dan akademi," ungkapnya.

Berbeda dengan Ida, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani menyebut jumlah pekerja yang di-PHK dan dirumahkan akibat Covid-19 ini telah tembus mencapai 6 juta orang.

"Mungkin angka kami sedikit berbeda dengan Kemenaker karena Kemenaker ini angkanya lebih by name by address kalau saya hanya dapat update (dari asosiasi) bahwa angkanya ini makin lama makin tinggi. Angkanya kami sudah menembus angka sampai 6 juta orang," kata Rosan.

"Contohnya dari API menyampaikan ada 2,1 juta orang, Organda menyampaikan 1,4 juta orang, PHRI perhotelan menyampaikan sampai 430.000 orang, alas kaki menyampaikan sampai 500.000 orang, dan lain-lain," tambahnya. kbc10

Bagikan artikel ini: