Resmi terbentuk, holding rumah sakit BUMN bidik pendapatan Rp4,5 triliun

Rabu, 1 Juli 2020 | 10:01 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pertamina Bina Medika IHC resmi mengambil alih saham 7 rumah sakit (RS) di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membentuk sebuah holding atau perusahaan induk.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, integrasi RS BUMN ini akan meningkatkan fokus bisnis dan kualitas pelayanan kesehatan serta menjadikannya pemimpin pasar dalam bisnis rumah sakit di Indonesia. 

"Secara konsolidasi grup RS BUMN kami estimasikan memiliki pendapatan usaha hingga mencapai Rp4,5 triliun dan total aset mendekati Rp. 5 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (30/6/2020).

Erick menambahkan, penggabungan ketujuh RS akan meningkatkan standarisasi kualitas dan operasional layanan di jaringan rumah sakit anggota holding seluruh Indonesia. Dengan begitu dapat meningkatkan keahlian para ahli sehingga mendorong kepercayaan masyarakat Indonesia untuk memilih berobat di RS dalam negeri dibandingkan ke luar negeri.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rahmat mengatakan, konsolidasi rumah sakit milik BUMN merupakan sinergi untuk membangun fondasi yang kuat dalam holding RS. 

“Kami berkomitmen menyelesaikan Fase ketiga dalam waktu dekat ini, sehingga nanti Indonesia Healthcare Corporation akan menjadi rumah sakit jaringan terbesar di Indonesia," katanya.

Menurutnya, Value of Synergy & Value of Creation yang tercipta dalam proses konsolidasi akan menciptakan peluang besar pertumbuhan dan pemulihan ekonomi dari industri sektor kesehatan.

Fathema mengatakan perseroan akan melakukan peningkatan pelayanan, operasional, inovasi teknologi dan keseluruhan rantai distribusi. Beberapa inisiatif untuk mendukung strategi tersebut antara lain meningkatkan efisiensi untuk pengadaan obat dan alat kesehatan, digitalisasi, pengembangan laboratorium dan klinik-klinik.

Berikut daftar BUMN yang mengalihkan sahamnya ke PT Pertamina Bina Medika IHC:

  1. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai pemegang saham PT Krakatau Medika;
  2. PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sebagai pemegang saham PT Rumah Sakit Pelabuhan;
  3. PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) sebagai pemegang saham PT Pelindo Husada Citra;
  4. PT Perkebunan Nusantara X sebagai pemegang saham PT Nusantara Medika Utama;
  5. PT Perkebunan Nusantara XI sebagai pemegang saham PT Nusantara Sebelas Medika; 
  6. PT Perkebunan Nusantara XII sebagai pemegang saham PT Rolas Nusantara Medika; dan
  7. PT Timah Tbk sebagai pemegang saham PT Rumah Sakit Bakti Timah.

kbc10

Bagikan artikel ini: