Ekonomi mulai menggeliat, Jatim alami inflasi 0,28% pada Juni 2020

Rabu, 1 Juli 2020 | 19:59 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Laju aktifitas ekonomi di wilayah Jawa Timur mulai menggeliat pasca usainya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19 di sejumlah daerah di Jatim. Hal ini terlihat dari data Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi Jatim sepanjang Juni 2020 uyang mengalami inflasi sebesar 0,28 persen.

"Inflasi Juni 2020 yang mencapai sebesar 0,28 persen ini menunjukkan bahwa ekonomi di wilayah Jatim mulai menggeliat, dan terus merangkak naik. Dan saya harap terus ada penurunan data COVID-19 dengan kesiplinan dan protokol kesehatan. Mudah-mudahan sudah tidak bertambah lagi dan ekonomi semakin membaik," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Dadang Hardiwan di Surabaya, Rabu (1/7/2020).

Dia mencatat, dari delapan kota dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur, tujuh kota mengalami inflas dan satu kota mengalami deflasi. Catatan Inflasi tertinggi ada di Malang sebesar 0,44 persen, sedangkan deflasi terjadi di Sumenep sebesar 0,15 persen.

Pemantauan terhadap perubahan harga selama bulan Juni 2020 di delapan kota IHK Jatim itu, kata dia, menunjukkan adanya kenaikan harga di sebagian besar komoditas yang dipantau, hal ini mendorong terjadi kenaikan IHK sebesar 0,28 persen yaitu

dari 104,09 pada bulan Mei 2020 menjadi 104,38 pada bulan Juni 2020.

"Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran," kata Dadang, dalam keterangan pers virtualnya kepada wartawan.

Kelompok pengeluaran tersebut masing-masing kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,21 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,19 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,10 persen, kelompok transportasi sebesar 1,77 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,02 persen, dan penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,20 persen.

Dia mengatakan, untuk kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,03 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,59 persen.

Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga tidak mengalami perubahan.

Sementara itu, secara umum BPS Jatim mencatat, tingkat inflasi tahun kalender Juni 2020 sebesar 1,14 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2020 terhadap Juni 2019) sebesar 2,04 persen.kbc6

Bagikan artikel ini: