Tancap gas sambut era new normal, ini strategi Blue Bird

Kamis, 2 Juli 2020 | 09:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemberlakuan kenormalan baru (new normal) menjadi momen tersendiri bagi pelaku industri transportasi untuk menggenjot kinerja di tengah pandemi Covid-19. Di era new normal diharapkan mobilitas masyarakat kembali menggeliat.

Investor Relation PT Blue Bird Tbk., (BIRD) Michael Tene menuturkan, perseroan optimistis kinerja dapat pulih seiring dengan pemberlakuan kenormalan baru. Menurutnya, mobilitas masyarakat pada kondisi baru ini akan semakin meningkat dibandingkan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan itu akan berdampak positif terhadap bisnis perseroan.

“Kami sudah mulai melihat kenaikan jumlah penumpang yang cukup signifikan apabila dibandingkan dengan periode awal PSBB kemarin, sekitar 2 kali lipat dibandingkan dengan titik terendah pada masa PSBB” ujarnya, Rabu (1/7/2020).

Michael juga mengakui, pemulihan kinerja perseroan untuk kembali ke level normal seperti Januari dan Februari akan cukup sulit tercapai pada kuartal III/2020. Tetapi, perseroan akan berupaya penuh untuk memanfaatkan kondisi new normal ini.

Ia menambahkan, kinerja perseroan sepanjang bulan Juni 2020 telah menunjukkan pemulihan yang cukup baik. Momentum tersebut, ditambah dengan situasi new normal, diharapkan dapat mempercepat perbaikan kinerja keuangan perseroan.

Untuk itu, dia mengatakan hal penting yang harus dilakukan adalah memastikan protokol kesehatan dengan standar tinggi berjalan setiap harinya baik bagi kendaraan maupun juga driver. Selain itu, perseroan juga mengembangkan bisnis dengan menggarap layanan baru seperti logistik.

“Untuk logistik, kami menjalankan baik business-to-business maupun logistik ritel. Masyarakat dapat memesan layanan logistik kami melalui fitur BirdKirim yang ada pada aplikasi pemesanan taksi perseroan,” jelasnya.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2020, Blue Bird mencatatkan pendapatan bersih sebanyak Rp885,18 miliar. Jumlah tersebut turun 10,34 persen bila dibandingkan penerimaan pada kuartal I/2019 sebesar Rp976,75 miliar.

Sumber penerimaan terbesar perseroan masih didominasi dari pendapatan dari kendaraan taksi sebesar Rp692,07 miliar, atau turun 12,89 persen berbanding pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya di Rp781,34 miliar. Adapun pendapatan dari sewa kendaraan juga mengalami penurunan dari Rp209,07 miliar pada kuartal I/2019 menjadi Rp201,77 pada kuartal I/2020. kbc10

Bagikan artikel ini: