BTN klaim permintaan KPR subsidi naik hingga 40 persen

Kamis, 2 Juli 2020 | 11:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengklaim permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi mengalami peningkatan di akhir kuartal II/2020. Tercatat, peningkatan permintaan KPR subsidi mencapai 40 persen pada Juni 2020 jika dibandingkan pada Mei 2020.

"Untuk KPR subsidi, demand Bulan Juni sudah lebih tinggi sekitar 30 persen sampai 40 persen dibanding Bulan Mei," kata Direktur Utama BTN Pahala N Mansury di Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berdampak positif pada permintaan KPR subsidi. Untuk itu, dia berkomitmen tahun 2020 kredit perbankan akan tetap tumbuh positif. 

Keyakinan tersebut berdasarkan kebutuhan primer manusia adalah pangan dan papan. Sehingga Pahala pun optimistis permintaan terhadap perumahan masih tetap tumbuh di masa krisis akibat wabah corona.

"Pangan dan papan merupakan kebutuhan dasar. Kami yakin demand KPR masih akan tumbuh," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) memberikan tambahan kuota dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada Bank Tabungan Negara atau BTN sebanyak 1.240 unit.

Tambahan alokasi FLPP tersebut akan digunakan perseroan untuk mendukung pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) khususnya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau MBR.

"Kami mengapresiasi keputusan PPDPP atas penambahan kuota yang diberikan kepada BTN sebagai Bank Pelaksana dan BTN akan berusaha maksimal untuk menyalurkan KPR FLPP atau KPR Sejahtera sesuai target dan sasaran yang dipatok Kementerian PUPR. Sekaligus ini akan kita manfaatkan untuk mendukung upaya Pemulihan Ekonomi Nasional di era new normal," kata Pahala.

Penambahan kuota FLPP tersebut diberikan PPDPP setelah mengevaluasi Bank Pelaksana FLPP yang sebelumnya ditunjuk dan hasil lolos uji pencairan.

Bank BTN telah lolos dengan hasil penyaluran di atas target yang dipatok PPDPP. Adapun per 31 Mei 2020, perseroan sukses merealisasikan KPR FLPP untuk membiayai 46.798 unit atau setara dengan Rp4,7 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: