Era digital, teknogi blockchain bantu pebisnis bertransaksi virtual dengan aman

Kamis, 2 Juli 2020 | 23:17 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Makin meluasnya penggunaan teknologi digital dalam kehidupan manusia, termasuk dalam aktifitas ekonomi telah memunculkan inovasi teknologi baru, salahsatunya teknologi Blockchain. 

VP of Business Development Vexanium, Edward Guustaaf mengatakan bahwa teknologi blockchain akan membantu merecord atau menduplikasi sebuah transaksional yang dilakukan pebisnis dengan memasukkan gambar atau objek ke jaringan Blockchain. 

Teknogi ini diyakini mampu membantu pebisnis untuk merealisasikan perjanjian bisnis atau transaksi bisnis secara virtual tersebut aman, tanpa harus bertemu muka.  Karena merebaknya pandemi Covid-19 seluruh masyarakat harus menaati protokol kesehatan dengan melakukan sosial distancing dan physical distancing guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Lebih lanjut Edward Guustaaf mengatakan, teknologi blockchain semacam sistem penyimpanan data digital berisikan catatan, video, karya seni ataupun tanda tangan yang terhubung melalui kriptografi. Sistem blockchain dapat dikatakan menyerupai catatan transaksi digital yang terdiri dari banyak server. 

"Salah satu yang bisa disimpan dalam teknologi ini adalah tanda tangan digital atau digital signature. Ini penting dilakukan karena saat ini marak terjadi kriminalitas tanda tangan, pencatutan tanda tangan dan pemalsuan tanda tangan," tegasnya dalam acar webinar Online Solution Seminar (OSS)  dengan yang digelar oleh Kadin Jatim bersama Aptiknas, Arebi, kabarbisnis.com  dan Kadin Institute di Surabaya, Kamis (3/6/2020).

Selain itu, melalui teknologi blockchain, keaslian digital signature bisa dipertanggung jawabkan sehingga pebisnis tidak akan khawatir bahwa perjanjian yang ia buat telah ditandatangani oleh pemilik tandatangan yang sesungguhnya.

Edward mengatakan, saat ini pasar digital signature terus meningkat seiring dengan kecepatan perkembangan teknologi. Pengguna terbesar adalah Amerika dan selanjutnya Eropa. Di tahun 2019 tercatat nilai transaksi digital signatur mencapai sebesar  US$1,5 juta. Potensinya terus bertambah seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Di 2030, nilai transaksinya diprediksi mencapai US$23,949 juta atau tumbuh 28,6 persen.

"Di Indonesia, digital signature ini juga ikut mendongkak kenaikan pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: